Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kunci Ramadan Menuju Ketakwaan

Ainul Hafidz • Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:52 WIB

Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id
Ilustrasi rubrik opini di JombangBanget.id

HADIS Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, bulan Ramadan merupakan  bulan penuh rahmat dan ampunan.

Di bulan tersebut  pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan-syetan dibelenggu.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan di bulan Ramadan.

Kesempatan ini hanya datang sekali dalam setahun. Namun seringkali keimanan menjadi lemah karena godaan dan kesibukan mulai menyerang.

Agar di  bulan Ramadan penuh ketakwaan maka lakukan hal berikut:

Pertama menjaga niat.

Ibarat tanaman, niat merupakan benih yang harus dirawat agar tumbuh  menjadi pohon iman yang kuat.

Niat harus selalu dijaga dan  diperbaruhi setiap saat agar tetap ikhlas dan fokus pada tujuan akhirat.

Keihlasan seseorang menentukan sah tidaknya  amal ibadah sebagaimana hadis Rasulullah:

  "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari).

Kedua  memperbanyak amal saleh.

Seorang muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh terutama di bulan suci Ramadan karena dapat menjadi sebab diampuni dosa-dosa dan ditinggikan derajat di sisi Allah Ta’ala.

Dengan melakukan banyak amal saleh  kita bisa akan memperoleh banyak pahala.

Di Jelaskan  dalam sebuah hadits, pahala melakukan setiap satu kebaikan dilipatkan gandakan menjadi sepuluh hingga tujuh puluh kali lipat kecuali puasa, maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang tiada terhingga.

Amal saleh yang dapat kita lakukan dalam Ramadan seperti salat tarawih, tadarus Alquran, i’tikaf, sedekah,  dan lainnya.

Ketiga  menjaga lisan dan prilaku.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus. Tapi juga menahan diri dari perbuatan dan perkataan  buruk.

Misalnya  ghibah, dusta, fitnah, menonton konten yang tidak pantas, membaca berita yang tidak benar. Hal tersebut sebaiknya kita hindari karena dapat merusak pahala puasa.

Menjaga lisan dan prilaku tidak hanya berdampak pada pribadi seseorang tetapi juga meningkatkan kwalitas sosial dengan mengurangi konflik selama bulan Ramadan.

Keempat  berzikir dan membaca Alquran

Amalan yang  paling mudah dilakukan namun besar pahalanya di antaranya  zikir dan membaca Alquran.

Keduanya tidak sekedar mendapatkan pahala tetapi dapat pula menenangkan jiwa sekaligus sebagai perisai diri dari godaan syetan.

Berzikir dapat kita lakukan dengan  memperbanyak membaca  istighfar, tasbih, tahmid, tahlil .dan kalimat toyyibah lainnya.

Membaca Alquran pahalanya dihitung setiap huruf yang dibaca mendapatkan pahala sepuluh.

Jadi sangat sayang jika dilewatkan, apalagi di bulan suci Ramadan.

Baca Juga: Jam Kerja ASN Selama Ramadan Disesuaikan, Pemkab Jombang Pastikan Layanan Tetap Normal

Empat hal  diatas akan menjadikan puasa  lebih bermakna jika dilakukan dengan  penuh kesadaran.

Semoga di bulan Ramadan ini kita dapat meningkatkan iman, amal, dan akhlak. (*)

Penulis:

Nurul Muchlishoh SPdI, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Kedungmlati, Kesamben, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#opini #takwa #Kedungmlati #puasa #kunci #Kesamben #Jombang #SDN #ramadan #guru