JombangBanget.id – Sebanyak 3.053 siswa Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Jombang mengikuti tryout Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang digelar serentak, Rabu (11/2).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Jombang, Kementerian Agama (Kemenag) Jombang, Kelompok Kerja Madrasah Aliyah Negeri (KKMAN), dan AKSI.
Tryout TKA tersebut menyasar siswa kelas 11 MAN sebagai langkah awal mengenalkan TKA sejak dini.
Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, mengatakan agenda ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempersiapkan siswa menghadapi TKA saat duduk di kelas 12.
”Agenda tryout yang dilaksanakan hari ini untuk siswa kelas 11 MAN ini salah satu upaya kita untuk lebih mengenalkan sejak dini kepada anak-anak terkait TKA. Supaya ketika naik kelas 12 dan mengikuti TKA sudah siap,” ujarnya.
Menurut Muhajir, dengan mengenal lebih awal pola dan materi TKA, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Terlebih, berdasarkan pengalaman tahun ini, pelaksanaan TKA MA digelar di awal tahun pada semester ganjil, sehingga persiapan perlu dilakukan lebih dini.
”Harapannya tentu jika sudah tahu tentang TKA, anak-anak bisa mempersiapkan lebih baik. Karena pengalaman tahun ini TKA MA di awal tahun semester ganjil, sehingga upaya persiapan juga dilakukan lebih awal,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil tryout akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing madrasah.
Sekolah dapat memetakan materi mana yang perlu penguatan dan pendalaman, baik untuk mata pelajaran wajib maupun pilihan.
”Hasil dari TO TKA ini madrasah akan melakukan evaluasi, sisi mana yang perlu dikuatkan. Kalau anak-anak masih lemah pada mata pelajaran wajib, seluruh siswa harus ada penguatan di situ. Jika nilainya di bawah standar, harus ada remedial pada mapel tersebut dan pembahasan materinya. Kalau sudah baik, tetap dilakukan penguatan kembali,” terangnya.
Baca Juga: Hadapi TKA, MTsN 8 Jombang Kenalkan Sistem Ujian Online ke Siswa
Meski kebijakan TKA tidak mempengaruhi kelulusan, Muhajir menegaskan bahwa hasil TKA dapat menjadi salah satu referensi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Karena itu, kualitas akademik siswa perlu dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang diinginkan.
”Kita semua berharap, meski TKA tidak mempengaruhi kelulusan, ini bisa menjadi salah satu referensi untuk kuliah di perguruan tinggi favorit. Kualitas harus disiapkan sejak dini sehingga bisa masuk PTN yang diinginkan. Kami sangat support upaya siswa MA siap sejak awal ketika mengikuti TKA,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jombang, M Nur Kholis, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung dunia pendidikan melalui peran media.
Ia menyebut, Radar Jombang memiliki ruang khusus untuk dunia pendidikan yang terbit setiap hari.
”Kami berusaha memaksimalkan peran media utamanya sebagai media edukasi, selain media informasi, hiburan, dan kontrol sosial,” ungkapnya.
Nur Kholis menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Jombang, AKSI, dan KKMAN atas kepercayaan yang terus diberikan dalam berbagai kolaborasi, termasuk pelaksanaan tryout TKA tahun ini.
”Terima kasih Kemenag dan AKSI yang terus memberi kepercayaan kepada kami,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi multipihak menjadi kebutuhan mendasar dalam menjalankan perusahaan media.
Konsep need for collaboration terus diperkuat seiring dinamika industri media yang semakin kompleks.
”Kami semakin menyadari, kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk koran sampai ke tangan pembaca saja, kami butuh percetakan, tenaga ekspedisi, agen, loper, dan banyak pihak lain,” jelasnya.
Ia menyebut terdapat empat konsep utama dalam menjalankan perusahaan, yakni need for achievement, need for collaboration, need for power, dan need for trust.
Keempat konsep tersebut saling berkaitan dan sama-sama penting dalam menjaga keberlangsungan dan kualitas perusahaan.
”Kolaborasi dan kepercayaan adalah kebutuhan, bukan pilihan,” tandasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz