SENIN (18/8), di kelas 7-Sains 2 MTs Madrasatul Qur’an Tebuireng, Ustad Ervani selaku wali kelas menyampaikan pentingnya mendengarkan guru.
’’Tidak mendengarkan guru maka tidak akan mendapatkan hikmah. Serta tidak bisa mengerjakan tugas,’’ tuturnya.
Mendengarkan guru adalah kunci utama dalam memahami ilmu. Tidak mendengarkan guru maka akan kehilangan banyak pelajaran berharga. Tidak memahami materi.
Tidak mampu mengerjakan tugas dengan baik. Bahkan bisa tertinggal dari teman-teman yang lain.
Sebaliknya, dengan mendengarkan guru secara sungguh-sungguh, kita akan memperoleh hikmah, kecerdasan, serta kemudahan dalam meraih cita-cita.
Guru termasuk orang yang harus dihormati dan ditaati dalam kebaikan. Karena mereka membimbing kita menuju ilmu dan akhlak yang mulia.
Tidak mendengarkan guru termasuk menyakiti guru. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yang menyakiti guru akan diuji dengan tiga hal.
Pertama, hilang hafalannya. Kedua, lidahnya tidak mampu menyampaikan ilmu. Ketiga, fakir sebelum mati.
KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menyatakan, murid hendaknya memuliakan dan menghormati guru.
Tidak berbicara ketika guru sedang menjelaskan. Fokus dan memperhatikan pelajaran. Serta tidak memotong pembicaraan guru.
Keberkahan ilmu sangat bergantung pada adab murid terhadap gurunya. Ilmu yang dipelajari tanpa adab tidak akan membawa manfaat yang sempurna.
Oleh M Gibran Gahral Calief Aqila, Kelas 7 Sains 2 MTs Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz