JombangBanget.id – SMK Budi Utomo di bawah naungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU) Gadingmangu melaksanakan Gelar Karya, Expo dan Job Fair (GEJ) 2026 di halaman Pondok Pesantren Gadingmangu, Selasa (10/2).
Kegiatan yang berlangsung 10–11 Maret 2026 ini menjadi ajang promosi penerimaan murid baru sekaligus wadah pengembangan kreativitas dan jiwa wirausaha siswa.
GEJ 2026 diikuti 40 sekolah dari berbagai jenjang. Mulai TK hingga SMA/SMK se Jawa Timur. Total terdapat 64 stan.
Terdiri dari stan perguruan tinggi negeri dan swasta. Stan UMKM dan kuliner. Serta stan delapan jurusan SMK Budi Utomo.
Kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana informasi pemilihan perguruan tinggi vokasi. Serta pengenalan dunia usaha dan dunia industri.
Kepala SMK Budi Utomo, Parwata SPd, mengatakan, GEJ rutin digelar sebagai bentuk inovasi pembelajaran berbasis kolaborasi antar mata pelajaran.
’’Ini untuk memberikan motivasi dan inovasi kepada guru dalam pembelajaran, sehingga anak-anak belajar dengan lebih menyenangkan karena menghasilkan karya nyata,’’ terangnya.
Karya siswa yang ditampilkan mungkin terlihat sederhana bagi orang dewasa.
Namun memiliki nilai prestasi besar bagi peserta didik. Karena itu, hasil karya tersebut perlu diapresiasi.
’’Bagi anak-anak kami, ini adalah prestasi luar biasa yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di SMK Budi Utomo,’’ katanya.
SMK Budi Utomo memiliki delapan kompetensi keahlian. Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Desain Komunikasi Visual, Desain Produksi Busana, Akuntansi dan Keuangan Lembaga.
Teknik Komputer dan Jaringan. Keperawatan, serta Agrobisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Dalam gelar karya, siswa menampilkan berbagai inovasi. Mulai dari mobil listrik, motor trek untuk area perkebunan, hingga alat peraga pembelajaran hasil rakitan siswa sendiri.
Beberapa produk bahkan telah dimanfaatkan dunia industri.
’’Ada inovasi motor trek untuk perkebunan yang sudah digunakan di Kalimantan. Ini hasil praktik langsung anak-anak,’’ jelasnya.
GEJ 2026 juga melibatkan dunia usaha dan dunia industri yang menjadi mitra praktik kerja lapangan siswa.
Sejumlah perusahaan membuka layanan dan stan informasi. Termasuk layanan servis gratis kendaraan bermotor.
’’Kami menggandeng dunia usaha dan dunia industri sebagai mitra pendidikan. Ini bagian dari penguatan link and match,’’ ungkapnya.
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK Budi Utomo telah dibuka lebih awal. Hingga 9 Februari 2026, tercatat 429 pendaftar telah mengikuti tahapan seleksi.
’’SPMB sudah kami buka dan belum ditutup. Kami berharap mendapatkan siswa-siswa pilihan,’’ urainya.
Melalui GEJ 2026, SMK Budi Utomo berharap dapat memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz