JombangBanget.id – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP/MTs Kabupaten Jombang kembali menyelenggarakan Jambore Budaya Jawa 2026 sebagai bentuk komitmen nyata dalam pelestarian bahasa dan budaya Jawa di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang bertempat di Asriloka Wonosalam tersebut diikuti 87 siswa SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Jombang pada 9–10 Februari 2026.
Jambore Budaya Jawa 2026 mengusung tema: Nglestarèkaké Budaya, Nggugah Rasa, Mangun Karya dan merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada 15–16 November 2019.
Ke depan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Jombang sebagai wahana pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal.
Ketua Pelaksana Jambore Budaya Jawa 2026, Eko Purnomo, MPd, menyampaikan jambore ini dirancang sebagai proses pembelajaran yang utuh dan bermakna.
”Jambore Budaya Jawa tidak hanya berorientasi pada lomba, tetapi menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar, berekspresi, dan menjiwai nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP/MTs Kabupaten Jombang, Haryanti, MPd, menjelaskan kegiatan ini memiliki tujuan strategis dalam penguatan karakter peserta didik.
”Melalui Jambore Budaya Jawa, siswa diajak memahami dan membiasakan nilai unggah-ungguh, tata krama, serta budi pekerti luhur dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan relevan dengan dunia mereka,” jelasnya.
Beragam kegiatan diselenggarakan dalam jambore ini, antara lain Workshop Videografer Berbahasa Jawa, Lomba Nembang Macapat.
Lomba Tipografi Aksara Jawa, Pelatihan Busana Adat Jawa, Jagongan atau Pentas Seni, serta Dolanan Tradisional. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, serta kecintaan terhadap budaya Jawa.
Salah satu kegiatan unggulan adalah Workshop Videografer Berbahasa Jawa yang mengintegrasikan keterampilan teknologi dengan penggunaan bahasa Jawa yang santun.
Baca Juga: Kepala Cabdindik Jombang Fokus Sinergi, Dukung Program Pendidikan Jawa Timur
Pembina MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Jombang, Sugeng Wibowo, MPd, menegaskan pendekatan tersebut selaras dengan tuntutan pembelajaran masa kini.
”Pembelajaran Bahasa Jawa harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Videografi berbahasa Jawa mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Ini sejalan dengan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman bermakna,” ungkapnya.
Eko Sisprihantono MPd, kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang memberikan dukungan penuh kepada kegiatan yang diadakan MGMP Bahasa Jawa sebagai bentuk uri-uri bahasa Jawa.
Harapannya siswa tidak hanya mengenal Bahasa Jawa sebagai ilmu pengetahuan tapi juga menjunjung budaya dan adat jawa.
”Adab jawa tidak hanya melalui berperilaku tapi juga berbahasa. Norma-norma pergaulan antar sesama teman dengan orang yang lebih tua dan lain sebagainya,” jelas Eko.
Ia berharap tahun depan sasaran kegiatan lebih lebih banyak dari tahun ini.
Uri-uri bahasa Jawa Tidak hanya berakhir di jambore tapi juga dilanjutkan di satuan pendidikan, misalnya menggunakan bahasa jawa dalam berkomunikasi setiap hari senin dan kamis. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz