JombangBanget.id – Pelaksanaan Tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang MTsN se- Jombang berjalan lancar, Kamis (5/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari monitoring persiapan menuju pelaksanaan TKA secara nasional yang diperkirakan berlangsung pada April nanti.
Tryout TKA diikuti 1.235 siswa dari 18 MTsN di Kabupaten Jombang.
Tryout dilaksanakan kerja sama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Jawa Pos Radar Jombang, dan AKSI guna memastikan kesiapan teknis serta kesiapan peserta didik.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag., menyampaikan hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan tryout berlangsung dengan baik.
”Alhamdulillah hari ini (kemarin) kita sudah melakukan monitoring tryout TKA tingkat MTsN. Pelaksanaan berjalan lancar, baik dari sisi teknis, perangkat yang online, maupun kesiapan anak-anak,” ujarnya.
TKA merupakan agenda berskala nasional yang diharapkan dapat menjadi barometer kualitas proses dan hasil pembelajaran di madrasah.
Karena itu, kelancaran pelaksanaan menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas hasil yang diharapkan.
”Kegiatan ini kami sampaikan terima kasih kepada seluruh panitia teknis, penyedia infrastruktur, guru, dan kepala madrasah, karena TKA merupakan event nasional. Kita berharap pelaksanaannya sukses dan hasilnya juga memberikan capaian yang luar biasa,” jelasnya.
Muhajir mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pendampingan dan persiapan tryout TKA.
Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat mengantarkan pelaksanaan TKA April nanti berjalan sesuai harapan bersama.
Baca Juga: MTsN 10 Jombang Genjot Tryout TKA, Matangkan Kesiapan Siswa
”Jadi tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga sukses secara hasil. Ini yang kami sampaikan mewakili keluarga besar madrasah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jombang M. Nur Kholis menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Jombang dan AKSI atas dukungan terselenggaranya Tryout TKA jenjang MTsN se-Kabupaten Jombang, Rabu (5/2).
Nur Kholis menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk kepercayaan masyarakat kepada Radar Jombang.
Kepercayaan itu, menurutnya, terus dijaga melalui kerja profesional dan konsisten.
”Bagi kami, kegiatan seperti ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat Kabupaten Jombang kepada Radar Jombang. Kepercayaan itu tidak akan kami sia-siakan dan akan terus kami jaga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tryout memberi sejumlah manfaat bagi siswa.
Di antaranya mengukur kesiapan dan pemahaman materi sebelum menghadapi ujian, memberi gambaran suasana ujian sesungguhnya, sekaligus menjadi sarana evaluasi diri.
”Tryout membantu siswa mengetahui sejauh mana penguasaan materi, sekaligus melatih mental menghadapi ujian sebenarnya,” katanya.
Nur Kholis menambahkan, Jawa Pos Radar Jombang konsisten memberi ruang khusus bagi dunia pendidikan melalui rubrik pendidikan harian di koran cetak, serta penguatan pemberitaan lewat platform digital.
Komitmen itu, lanjutnya, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga kegiatan pendukung pendidikan.
”Selain menjalankan fungsi pers sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 melalui pemberitaan, kami juga menghadirkan fungsi pers melalui kegiatan seperti ini. Walaupun sederhana, kegiatan ini sarat makna dan menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus membersamai dunia pendidikan,” tegasnya.
Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Jombang dan AKSI atas kepercayaan yang terus diberikan.
”Terima kasih Kemenag dan AKSI yang terus memberi kepercayaan kepada kami,” pungkasnya.
Lebih jauh, Nur Kholis menilai kolaborasi multipihak menjadi kebutuhan mendasar. Konsep need for collaboration, menurutnya, terus diperkuat dalam menjalankan perusahaan media.
”Kami semakin menyadari, kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk reminder sampai ke tangan pembaca saja, kami butuh percetakan, tenaga ekspedisi, agen, loper, dan banyak pihak lain,” jelasnya.
Ia menyebut ada empat konsep utama dalam menjalankan perusahaan, yakni need for achievement, need for collaboration, need for power, dan need for trust.
Keempatnya, kata dia, saling terkait dan sama-sama penting.
”Kolaborasi dan kepercayaan adalah kebutuhan, bukan pilihan,” tandasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz