SELASA (06/01) bakda Isya’ di Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar, para santri diwajibkan untuk memilih menghafal nadom Imrithi/Alfiyah.
Atau memilih menghafal Alquran (tahfid).
’’Para santri kudu duwe cekelan apalan. Dadi gak ono jenenge santri sing nganggur. Kabeh kudu duwe cekelan apalan,’’ tutur pengasuh PP Al-Madienah Denanyar, KH Muhammad Najib Muhammad.
Ada banyak manfaat menghafal nadom Imrithi dan Alfiyah. Pertama, menguatkan dasar ilmu nahwu.
Nadom Imrithi memberikan pondasi kaidah nahwu. Sedangkan Alfiyah menyempurnakan dan memperluas pembahasan.
Kedua, melatih daya ingat dan kedisiplinan.
Proses menghafal melatih konsistensi, kesabaran, dan fokus yang sangat bermanfaat dalam proses belajar ilmu pesantren lainnya. Ketiga, membentuk akhlak ilmiah santri.
Menghafal nadhom Imrithi dan Alfiyah menanamkan sikap sabar, tawaduk dan semangat menuntut ilmu secara istiqamah.
Menghafal nadom Imrithi dan Alfiyah menyempurnakan pemahaman kaidah bahasa secara menyeluruh.
Melalui hafalan tersebut, santri akan lebih mudah membaca dan memahami kitab kuning, berpikir sistematis, serta mendalami berbagai cabang ilmu keislaman.
Manfaat menghafal Alquran juga banyak. Pertama, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Baca Juga: Student Journalism: Manfaat Aktif Organisasi
Penghafal Alquran hidupnya akan lebih beriman kepada Allah Ta’ala.
Sehingga hatinya menjadi lebih tenang dan terjaga. Kedua, mendisiplinkan diri.
Istiqamah muraja’ah membentuk kebiasaan hidup yang teratur dan bertanggung jawab. Ketiga, menjadi teladan di masyarakat.
Orang yang menjadi hafid/hafidah akan sering dipercaya oleh orang lain dan dihormati karena ilmunya.
Menghafal Alquran menjadikan cahaya dalam kehidupan, penuntun dalam bersikap, serta bekal berharga untuk dunia maupun akhirat.
Oleh Muhammad Faiq Bil Malka Hafi, Santri PP Al-Madienah Denanyar, Jombang
Editor : Ainul Hafidz