JombangBanget.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengimbau seluruh satuan pendidikan di Jombang mulai mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Guna meminimalkan pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan.
’’Nota dinas sudah turun 22 Januari, tapi kami belum sosialisasi secara langsung, baru sebatas menyampaikan,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, (23/1).
Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
Seluruh sekolah diharapkan mulai menerapkan kebijakan ramah lingkungan, khususnya dalam pengurangan sampah plastik.
’’Sekolah kami imbau untuk tidak lagi menggunakan alat makan sekali pakai berbahan plastik maupun bahan lain yang berpotensi menimbulkan sampah di lingkungan sekolah,’’ ungkapnya.
Ada beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan sekolah. Di antaranya, menggunakan alat makan yang dapat dipakai berulang kali.
Mengganti plastik sekali pakai dengan peralatan yang lebih ramah lingkungan. Serta membiasakan warga sekolah membawa perlengkapan pribadi.
’’Peserta didik diharapkan membawa minum sendiri menggunakan tumbler. Membawa sedotan sendiri. Serta menggunakan tas belanja kain saat berbelanja di lingkungan sekolah,’’ jelasnya.
Selain itu, pengelolaan kantin sekolah juga menjadi perhatian.
Kantin didorong untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik dan styrofoam sebagai pembungkus makanan.
Baca Juga: Sekolah di Jombang Tolak Menu MBG Karena Lauknya Berbau Busuk hingga Nasi Nyaris Basi
Sosialisasi kepada pengelola kantin dinilai penting agar kebijakan pengurangan sampah plastik dapat berjalan efektif.
’’Kami mendorong adanya langkah konkret, termasuk sosialisasi kepada kantin sekolah agar mengurangi penggunaan plastik maupun styrofoam sebagai kemasan makanan,’’ tambahnya.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari keteladanan pimpinan sekolah dan para guru.
Kepala sekolah dan guru diharapkan menjadi contoh nyata bagi peserta didik dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan serta menjaga kebersihan sekolah.
’’Keteladanan itu penting. Kepala sekolah dan guru harus menjadi contoh dalam kampanye pengurangan sampah plastik dan menjaga kebersihan di lingkungan sekolah,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz