JombangBanget.id — Sejumlah guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan belajar pendidikan Alquran di SDN Genukwatu 1, Kecamatan Ngoro, Jombang Jumat (23/1).
Ini sebagai upaya peningkatan kompetensi pengawas dan guru PAI, khususnya dalam pengembangan kemampuan baca tulis Alquran (BTQ).
’’Kami berharap dari kegiatan ini banyak pengalaman yang bisa kami ambil dan ada yang bisa kami tiru. Meskipun tidak semua bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Manokwari dan Provinsi Papua Barat,’’ kata Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam Provinsi Papua Barat, Sahariana.
Kunjungan bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan pendidikan Alquran di sekolah dasar.
’’Untuk peningkatan kompetensi pengawas PAI dan guru PAI,’’ ucapnya.
Rombongan yang datang ke Jombang terdiri dari pengawas PAI Manokwari Papua Barat.
Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Provinsi Papua Barat. Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA/SMK.
Guru PAI, Ketua Majelis Taklim Attarbiyah. Serta staf Pendidikan Islam Kementerian Agama Manokwari. Juga Pokjawas PAI nasional.
’’Kami mengikutkan Pokjawas PAI nasional agar pengawas bisa melihat langsung kegiatan yang ada di sekolah ini,’’ tambahnya.
Jombang dipilih karena dinilai memiliki sekolah-sekolah unggulan dalam pengembangan pendidikan keagamaan.
SDN Genukwatu 1 Kecamatan Ngoro menjadi tujuan utama karena dinilai berhasil meningkatkan kemampuan BTQ peserta didik.
Baca Juga: Profil Fitriah Makkawi, Guru MIN 1 Jombang yang Mengabdi untuk Pendidikan dan Dakwah
’’Kami memilih Jombang untuk mengunjungi sekolah-sekolah yang kami anggap unggul di setiap provinsi. Di Jawa Timur, kami mendengar informasi bahwa SDN Genukwatu 1 terbukti mampu meningkatkan pengembangan, terutama dalam hal BTQ, sehingga kami tertarik berkunjung ke sini,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Genukwatu 1 Kecamatan Ngoro, Diarti Yusnita Santi, menjelaskan, sekolahnya memiliki program tuntas belajar Alquran menggunakan metode Attartil.
Program tersebut telah berjalan sejak 2016.
’’Sekolah kami juga pernah menjadi juara muatan lokal keagamaan nomor satu pada 2017,” terangnya.
TPQ di SDN Genukwatu 1 berdiri pada 2016 dan dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Guru TPQ direkrut melalui proses seleksi ketat. Mulai dari tes tulis Arab, micro teaching, hingga wawancara.
’’Dari 25 calon guru, hanya delapan orang yang lolos. Guru yang kami rekrut harus sudah memiliki syahadah Attartil. Setelah direkrut, mereka juga kami bekali pelatihan agar benar-benar kompeten sesuai bidangnya,’’ ungkapnya.
Sekolah secara rutin, tiap enam bulan sekali, menggelar munaqosah sebagai bentuk evaluasi.
Hasil munaqosah peserta didik menjadi dasar kenaikan jilid.
’’Kalau sudah lancar naik jilid. Kalau belum lancar, tetap di jilid yang sama. Ekstrakurikuler TPQ di sekolah ini sangat diminati. Saat itu kami melihat masih banyak anak yang kesulitan membaca Alquran dengan lancar,’’ ungkapnya.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, turut menyambut rombongan dari Manokwari Papua Barat.
Ia juga menjelaskan mulok keagamaan dan diniyah hingga melahirkan lebih dari 5.000 siswa tahfid juz 30.
’’Mudah-mudahan sepulang dari Jombang dapat ilmu bermanfaat dan dapat diimbaskan ke Kabupaten Manokwari,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz