Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Belum Ada Regulasi, Karir Pembina Ekstra Keagamaan di Jombang Tak Pasti

Wenny Rosalina • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi guru pembimbing mulok.
Ilustrasi guru pembimbing mulok.

JombangBanget.id – Proses peralihan muatan lokal (mulok) keagamaan dan pendidikan diniyah dari intrakurikuler menjadi ekstrakurikuler di Jombang masih terus berjalan.

Pembimbing mulok yang nantinya jadi pembina ekstra ke depan belum dapat dipastikan jenjang karirnya.

’’Ada harapan diangkat atau tidak, kami tidak bisa menjamin. Kami tidak berani memastikan karena sampai sekarang belum ada regulasi yang mengatur tentang itu,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.

Berdasarkan data Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Jombang, jumlah pembimbing mulok keagamaan pada awalnya 264 orang.

Sebanyak 78 orang telah diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Sementara 186 pembimbing lainnya masih berstatus sebagai pembimbing mulok.

Sedangkan untuk pembimbing pendidikan diniyah, dari total 141 orang, sebanyak 29 orang telah diangkat sebagai PPPK paruh waktu.

Masih tersisa 112 pembimbing yang belum diangkat.

Pembimbing mulok yang kini diangkat sebagai PPPK paruh waktu merupakan mereka yang telah masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2022 dan mengikuti tahapan seleksi PPPK 2024.

’’Yang bisa diangkat menjadi PPPK paruh waktu itu hanya pembimbing mulok keagamaan dan diniyah yang masuk database BKN pada pendataan massal 2022 lalu dan mengikuti seleksi PPPK 2024,’’ terangnya.

Pembimbing yang hingga saat ini belum diangkat berarti memang tidak tercatat dalam database BKN.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak berani memastikan adanya peluang pengangkatan di kemudian hari.

Baca Juga: Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu, Pembimbing Mulok Keagamaan di Jombang Diberdayakan Jadi Operator Sekolah

Sementara itu, Disdikbud Jombang saat ini masih mengajukan draft peralihan muatan lokal keagamaan dan pendidikan diniyah dari kegiatan intrakurikuler menjadi ekstrakurikuler.

Peralihan ini diharapkan dapat menjadi solusi agar pembimbing tetap memiliki payung kegiatan yang jelas.

’’Draft peralihan ini masih kami ajukan. Mudah-mudahan tidak ada revisi sehingga bisa segera diterapkan,’’ kata Eko.

Terkait anggaran, Eko memastikan honor pembimbing mulok masih aman hingga November mendatang.

Anggaran pembina ekstrakurikuler masih mencukupi sampai batas waktu tersebut.

’’Anggaran untuk pembina ekstra masih mencukupi sampai bulan November. Selebihnya kami masih menunggu keputusan pimpinan, nanti pasti ada peninjauan kembali. Yang jelas, honor mereka aman sampai November,’’ jelasnya.

Seluruh honor pembimbing bersumber dari Pemkab Jombang.

Nilainya sama, Rp 35 ribu per jam pelajaran. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#jenjang karir #Guru Jombang #ekstrakurikuler #Guru Mulok #Mulok Keagamaan #Jombang #Dinas P dan K Jombang #guru #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #karir #ekskul