KAMIS (15/01) di Pondok Pesantren Tebuireng digelar final festival dai nasional (Fesdanas) yang digelar Kumpulan Dai Pesantren Tebuireng (Kudaireng).
Tema kali ini; Peran dai di tengah kontradiksi masyarakat, kiai dan santri.
Diikuti 300 peserta yang berasal dari berbagi daerah di Indonesia. KH Ahmad Junaidi Hidayat menyampaikan pentingnya latihan menjadi dai.
’’Menjadi santri itu tidak cukup hanya pintar saja. Harus punya kemampuan memahami kehidupan dan tuntutan masyarakat,’’ tuturnya.
Fesdanas digelar tiga babak. Penyisihan diikuti hampir 300 peserta secara online.
Semifinal menghadirkan 80 peserta secara offline. Hingga akhirnya terpilih enam finalis terbaik.
Banyak peserta mengakui beratnya final Fesdanas 2026. Peserta hanya diberi sedikit waktu untuk berpikir setelah tema dihadirkan.
Ditambah dengan godaan atau gangguan untuk menguji mental para dai.
Ini untuk melatih para dai dalam menghadapi rintangan di masyarakat nantinya.
Juara 1 diraih Muhammad Syiekhar Chilashi dari SMPIR As Sa'adah Al Chilashiyyah Jakarta.
Juara 2 Cyntia Angelia Purnama dari STAI Madiun. Juara 3 Royhan Afton Syadida dri IQMA UINSA. Harapan 1 Ahmad Aqil Wamiq Billah dari PP Darussalam Tegal Pare.
Baca Juga: Student Journalism: Wisudawan Alquran
Harapan 2 Muhammad Ramdhani dari PP Bahrul ulum Al Mursyidi Tasikmalaya. Harapan 3 Mehra Rasyeda dari PP Al Hasyim.
Oleh Adli Zulfikar Fahmi, Kelas X-A MA Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz