JombangBanget.id – SMPN 2 Jogoroto, Jombang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 dengan mengusung tema ’’Terus Berkreasi untuk Sekolah Maju’’.
Beragam kegiatan edukatif, kreatif, dan berkarakter digelar selama tiga hari sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan sekolah yang terus berkembang sejak berdiri pada 1998.
Kepala SMPN 2 Jogoroto, Edy Purnomo, menyampaikan, sekolah yang pertama kali dipimpin Bambang Setyobudi tersebut kini telah menunjukkan kemajuan yang pesat.
Salah satunya, terpilih sebagai sekolah penggerak dan menjadi sekolah yang wajib mengikuti pembelajaran mendalam.
’’Program-program tersebut memberikan perubahan mendasar bagi para guru. Guru semakin profesional dan dampaknya sangat terasa pada peserta didik. Kalau guru kompeten, maka kemampuan anak-anak juga ikut meningkat,’’ ungkapnya.
Rangkaian peringatan HUT diawali pada Senin (12/1) dengan jalan sehat.
Uniknya, hadiah yang dibagikan berasal dari para guru.
Hadiah yang disiapkan pun sederhana, tiap guru menyumbangkan lima hadiah, dengan hadiah terbesar berupa kipas angin.
’’Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan generasi yang sehat jasmani dan rohani,’’ kata Edy.
Selasa (13/1), SMPN 2 Jogoroto menggelar bazar ekonomi kreatif yang melibatkan seluruh siswa.
Ini menjadi sarana edukasi kewirausahaan bagi peserta didik. Mulai dari latihan berjualan hingga pengelolaan produk.
Baca Juga: SMPN 2 Jogoroto Jombang Diajukan Rehab, Begini Kondisinya
Para siswa menampilkan berbagai makanan dan minuman yang bebas dari 5P.
Pewarna, pengawet, pemutih, pengenyal, dan perasa. Serta dikemas dengan sentuhan kekinian khas generasi Z.
’’Kreativitas anak-anak luar biasa. Mereka sangat inovatif. Ini tidak lepas dari dukungan orang tua karena sebagian besar produk dibuat di rumah,’’ tuturnya.
Bazar juga dilengkapi dengan penilaian kostum penjaga stan.
Siswa diberi kebebasan berekspresi, sehingga suasana sekolah tampak ramai, bahagia, dan menyenangkan.
Dukungan orang tua juga terlihat dari kehadiran mereka untuk berbelanja di sekolah.
Bahkan, dalam waktu kurang dari satu jam, sebagian besar dagangan siswa ludes terjual.
’’Kami berharap jiwa entrepreneur bisa tumbuh sejak dini dan generasi Z benar-benar bisa diandalkan,’’ tambah Edy.
Rabu (14/1) puncak acara dengan deklarasi anti bullying dan kekerasan di sekolah.
Deklarasi ini pengingat sekaligus penguatan komitmen bersama, bahwa seluruh warga sekolah satu keluarga yang hidup rukun dan saling mendukung.
Sejalan dengan program Menteri Pendidikan yang baru.
’’Kami ingin anak-anak merasa aman, bebas dari bullying dan kekerasan di sekolah,’’ tegasnya.
Deklarasi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, yang diwakili Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Iswahyudi Hidayat.
Hadir pula Kepala Puskesmas Jarakkulon, dr Ainun Zubaidah. Perwakilan Koramil dan Polsek Jogoroto. Serta Ketua Komite SMPN 2 Jogoroto, Syaifullah.
Usai deklarasi, dilanjutkan gerak jalan kreasi.
Para siswa tampil mengenakan berbagai kostum menarik seperti domba, kupu-kupu, bunga matahari, dan aneka karakter lainnya.
Kegiatan ini melatih kekompakan, menumbuhkan kreativitas, serta meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Di usia ke-28, Edy Purnomo berharap, SMPN 2 Jogoroto semakin maju. Kualitas pembelajaran semakin baik, dan pendidikan karakter semakin mengakar.
Ia menekankan pentingnya pembentukan akhlakul karimah sebagai puncak dari pendidikan karakter.
’’Akhlakul karimah adalah label tertinggi pendidikan karakter. Kami berharap dukungan dari masyarakat agar seluruh program sekolah dapat berjalan dengan baik,’’ ungkapnya.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP, Iswahyudi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan deklarasi anti bullying dan kekerasan tersebut.
Ia berharap, deklarasi ini menjadi batasan yang jelas agar praktik bullying dan kekerasan tidak terjadi. Baik di SMPN 2 Jogoroto maupun di sekolah lainnya.
’’Memasuki usia ke-28, harapannya SMPN 2 Jogoroto bisa semakin baik, terus meningkatkan mutu pendidikan serta kualitas lulusannya,’’ ujarnya.
Iswahyudi juga mengapresiasi kreasi siswa yang ditampilkan dalam rangkaian HUT sekolah.
Menurutnya, kreativitas anak-anak sangat luar biasa dan mencerminkan program sekolah yang konsisten setiap tahun dengan tema yang berbeda.
’’Kegiatannya sederhana, tidak ada yang mencolok. Harapannya, melalui kesederhanaan ini anak-anak memahami bahwa kita semua setara,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz