Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

77 MA di Jombang Belum Isi PDSS, Syarat Utama SNBP 2026

Wenny Rosalina • Selasa, 13 Januari 2026 | 13:42 WIB

 

Ilustrasi pengisian PDSS untuk SNBP.
Ilustrasi pengisian PDSS untuk SNBP.

JombangBanget.id  – Puluhan madrasah aliyah di Jombang belum melakukan pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa).

Padahal, PDSS jadi syarat sekolah mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Data yang dihimpun, dari 98 madrasah aliyah negeri dan swasta, ada 77 yang belum melakukan proses pengisian.

”Kemenag Jombang telah menyampaikan surat edaran dari Direktorat Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI terkait kesiapan tahun 2026,” ungkap Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Nur Khojin, Senin (12/1).

Dari laman resmi SNPMB, baru ada satu madrasah yang tahapan pengisiannya selesai. 77 MA belum mengisi, dan yang lain masih dalam proses pengisian.

Nur Khojin menegaskan, Kemenag Jombang terus mengimbau agar pihak madrasah memberikan dukungan penuh terhadap proses pengisian PDSS, mengingat data tersebut sangat menentukan peluang siswa untuk mendaftar SNBP dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

”Kami sudah mengimbau agar madrasah benar-benar mensupport pengisian PDSS ini, demi kepentingan siswa yang akan mendaftar SNBP,” tegasnya.

Selain SNBP, ia juga berharap madrasah memberikan perhatian yang sama terhadap proses Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Menurutnya, peran aktif madrasah sangat dibutuhkan agar siswa memiliki peluang lebih besar untuk diterima di perguruan tinggi negeri yang diimpikan.

”Begitu juga dengan SPAN-PTKIN, kami berharap madrasah membantu semaksimal mungkin agar siswa bisa kuliah di perguruan tinggi negeri sesuai harapan mereka,” imbuhnya.

Terkait teknis pengisian data, Nur Khojin menyebutkan sebagian madrasah sudah menggunakan sistem e-Rapor, sementara sebagian lainnya masih belum.

Madrasah yang telah menggunakan e-Rapor dinilai lebih diuntungkan karena sistemnya sudah terintegrasi dengan PDSS.

”Yang sudah menggunakan e-Rapor, datanya langsung terkoneksi sehingga tidak perlu input manual. Sementara yang belum, tentu membutuhkan kerja ekstra,” pungkasnya.

Kemenag Jombang berharap seluruh Madrasah Aliyah dapat segera menuntaskan pengisian PDSS agar tidak menghambat peluang siswa mengikuti SNBP maupun SPAN-PTKIN tahun 2026.

Untuk kuota, MA yang akreditasi A kuotanya 40 persen, akreditasi B 25 persen, akreditasi C atau belum terakreditasi kuotanya 5 persen.

Namun jika pengisian PDSS menggunakan e rapor, maka kuota bertambah 5 persen. (wen/ang)

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #madrasah aliyah #siswa #pdss #SNBP #Kemenag Jombang #ma #SNBP 2026 #kantor kemenag #Jombang