JombangBanget.id – Pendidikan karakter pada anak usia dini tidak cukup hanya disampaikan melalui teori ataupun hafalan.
Guru menjadi role model, karena anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat.
’’Sekarang mengajarkan nilai moral tidak bisa hanya menghafal. Harus melalui contoh nyata,’’ kata Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Plandaan, Yuli Triana.
Kepala Kelompok Bermain (KB) Mutiara Bangsa Tondowulan ini membiasan anak-anak berbicara santun, meminta maaf, dan mengucapkan terima kasih.
Nilai moral juga ditanamkan melalui kegiatan pembiasaan harian. Serta pemanfaatan berbagai media pembelajaran, baik cetak maupun digital.
Sebagai Ketua Himpaudi Kecamatan Plandaan, Yuli bersama pengurus lain juga menjalankan sejumlah program kerja.
Di antaranya, pelatihan penguatan karakter bagi guru PAUD, membangun komunitas yang saling mendukung.
Serta mengadakan kegiatan yang mengasah keterampilan anak.
Tujuannya, kata Yuli, agar guru PAUD khususnya yang berada di bawah naungan KB di Kecamatan Plandaan dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas.
’’Komunitas yang saling mendukung ini penting supaya guru tetap semangat mengabdi. Sedangkan program untuk anak bertujuan memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, cerdas, dan ceria,’’ jelasnya.
Tak hanya fokus pada pembinaan guru dan anak, Yuli juga turut berbangga dengan capaian anak didiknya.
Pada 2023, siswa KB Mutiara Bangsa berhasil menjuarai lomba mewarnai dan mengarsir tingkat kabupaten.
Bagi Yuli, prestasi tersebut menjadi motivasi agar dunia PAUD terus berkembang, tanpa melupakan nilai moral sebagai pondasi utama.
”Harapan kami, anak-anak tumbuh percaya diri, sopan, dan tetap berprestasi,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz