SELASA (26/11) bakda jamaah Maghrib di Masjid Al-Khodijah PP Al-Madienah Denanyar, para santri mendengarkan dawuh pengasuh, KH Muhammad Najib Muhammad.
’’Pondok Al-Madienah kudu dadi pelopor. Santri kudu rukun kabeh. Abah mboten remen lek santrine buli-bulian, tukaran, musuhan,’’ tuturnya.
Ciri orang beriman yakni rukun. Sebagaimana disebutkan di QS Alhujurat 10.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Perumpamaan orang-orang beriman dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh.
Di pesantren, santri dibiasakan mengamalkannya. Ciri santri adalah ketika dinasihati mendengar dan taat.
Sebagaimana disebutkan di QS Albaqarah 285 yang sering kita baca ditahlil; Sami’na wa ato’na (kami dengar dan kami taat).
Inilah yang menyebabkan santri mendapat ilmu yang manfaat dan berkah.
Semua santri mendengarkan dan menerapkan dawuh pengasuh.
Seluruh santri berkomitmen dan bertekad tidak melakukan kekerasan, bullying, dan selalu bisa tersenyum dengan siapapun yang diajak bicara dan bermain.
Menerapkan semua dawuh pengasuh membuat santri PP Al-Madienah sangat menonjol di berbagai tempat.
Contohnya di sekolah. Santri PP Al-Madienah dikenal baik oleh semua guru dan sering menjadi kepercayaan sekolah.
Baca Juga: Student Journalism: Lomba Animasi 3D
Sering diikutkan dalam lomba di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
Oleh Fahmi Al-Faiq, Santri PP Al-Madienah Denanyar Jombang
Editor : Ainul Hafidz