SELASA (2/12) setelah jamaah salat Magrib di Masjid Al-Khodijah, PP Al-Madienah, Denanyar, seluruh santri diwajibkan membaca Yasin dan Waqiah.
Juga ditambah doa-doa untuk keselamatan kedua orang tua. Juga untuk kepintaran dan terbukanya hati agar mendapatkan ilmu yang berkah.
’’Ilmu didapat bukan hanya dengan belajar, tetapi harus disertai doa dan restu guru. Banyak orang pintar tetapi tidak bermanfaat ilmunya,’’ tutur Pengasuh PP Al-Madienah Denanyar, Abah KH Muhammad Najib Muhammad.
Seperti disampaikan Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki; Melekatnya ilmu dengan dibaca berulang-ulang. Berkahnya ilmu diperoleh dengan khidmah atau mengabdi.
Sedangkan bermanfaatnya ilmu diperoleh dengan rida guru.
Semua amalan langsung Abah Najib yang memberikan.
’’Saya sudah membuktitkan fadilah semua amalan-amalan itu, makanya saya berikan kepada kalian,’’ ungkapnya.
Jika ingin pintar, kita harus berusaha. Baik dengan belajar maupun dengan berdoa.
’’Bukan orang lain yang membuat pintar, tetapi diri sendiri,’’ terangnya.
Sejak mendengar itu, saya bertekad untuk istiqamah mengamalkan semua amalan yang diberikan Abah.
Jelang ujian akhir semester, saya semakin giat belajar dan mengamalkan semua amalan yang diberikan Abah.
Baca Juga: Student Journalism: TC Pramuka
Saya ingin mendapatkan nilai yang bagus demi membuat Abah bangga.
Bagi saya, Abah adalah orang tua. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang tua ada tiga.
Bapak ibu yang melahirkan kita. Bapak ibu guru yang mengajar kita. Serta bapak ibu mertua yang menikahkan anaknya dengan kita.
Oleh Ahmad Said Latif Alfaiz, Santri PP Al-Madienah Denanyar, Jombang
Editor : Ainul Hafidz