JombangBanget.id - SMPN 3 Plandaan merupakan satuan pendidikan di Kabupaten Jombang yang berdiri sejak 2007 dengan nama awal SMP Negeri Satu Atap Jipurapah.
Kini, sekolah ini telah bertransformasi menjadi SMPN 3 Plandaan pada 2023 sesuai dengan Peraturan Bupati Jombang.
Beragam prestasi membanggakan juga telah ditorehkan dengan ditetapkannya sebagai sekolah penggerak 2023 dan 2024 serta sekolah kinerja terbaik 2025.
Kepala SMPN 3 Plandaan Gatot Sugiharto SPd mengatakan, sekolah menerapkan kurikulum merdeka dengan mengimplementasikan empat pilar pembelajaran mendalam baik dalam proses belajar mengajar, korurikuler dan ekstrakurikuler.
”Salah satu kegiatan kokurikuler unggulan kami adalah budidaya tanaman cabai sebagai salah satu bentuk kegiatan kearifan lokal dan suplemen untuk mewujudkan delapan profil lulusan,” ujarnya.
Pihak sekolah juga memantapkan peran guru wali dalam kegiatan pendampingan kegiatan kokurikuler.
Perannya meliputi perencana kegiatan, pembimbing dan pendamping siswa, fasilitator pembelajaran, penanam nilai karakter, motivator, pengawas dan evaluator serta penghubung dengan pihak lain.
Kegiatan budidaya cabai juga merupakan bentuk pembelajaran praktik yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan hidup (lifeskill) siswa sejak dini.
”Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang cara menanam dan merawat tanaman lombok, tetapi juga mengembangkan sikap dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Mulai dari lifeskill personal, sosial, berpikir dan akademik, serta menumbuhkan lifeskill kewirausahaan sederhana.
Sebagai tindak lanjutnya, sekolah merencanakan beberapa langkah seperti pelaksanaan budidaya secara berkelanjutan, penguatan karakter dan tanggung jawab, pengembangan kewirausahaan sederhana, integrasi dengan pembelajaran serta evaluasi dan refleksi bersama.
”Pihak sekolah berkomitmen mencetak generasi yang berkarakter sesuai dengan visinya yakni terwujudnya peserta didik SMP 3 Plandaan berprestasi, berkarakter, cinta lingkungan dan berwawasan akhlakul karimah,” pungkas Gatot. (dwi/ang)
Editor : Ainul Hafidz