JombangBanget.id – Dua prestasi membanggakan berskala nasional berhasil diraih SMPN 1 Kudu, Jombang.
Sekolah Adiwiyata Nasional dan sekolah dengan standar perpustakaan nasional.
Akreditasi perpustakaan diterima, Kamis (25/9), setelah mendapat balasan untuk disupervisi oleh tim asesor akreditasi nasional dan dinyatakan lulus dengan predikat A+.
Sedangkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr Hanif Faisol Nurofiq, di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis (11/12).
Predikat tersebut diberikan berdasar Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 2923 dan Nomor 2920 Tahun 2025.
’’Alhamdulillah, semoga prestasi ini semakin menjadi penyemangat bagi kami untuk terus konsisten, sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut bergerak dan berkembang,’’ kata Kepala SMPN 1 Kudu, Srimudayani Dewi Astutik MPd.
Raihan prestasi ini menjadi kado istimewa di akhir tahun bagi sekolah yang dipimpinnya.
Penghargaan yang diraih, menjadi bukti keberhasilan sekolah dalam menjalin kerja sama sesama warga sekolah untuk kompak dan saling mendukung.
Koordinator tim Adiwiyata SMPN 1 Kudu, Apriliana Fitri Anggraini SPd, menambahkan, beberapa kunci sukses keberhasilannya meliputi komitmen dan kepemimpinan kuat terutama dari kepala sekolah dan juga tim Adiwiyata.
Juga implementasi kurikulum dan inovasi pembelajaran melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Serta inovasi pembelajaran lainnya seperti proses daur ulang sampah. Pembuatan bank sampah, inovasi produk yang berasal dari lingkungan sekolah.
Baca Juga: SMPN 1 Kudu Jombang Berbagi Ilmu Perpustakaan Digital
’’Termasuk partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah serta kemitraan aktif dengan pihak luar, seperti DLH, Puskesmas, dan Pemdes setempat,’’ terangnya.
Kepala Perpustakaan SMPN 1 Kudu, Dra Nanik Masriyah, menerangkan, perpustakaan sekolah dinamakan ’Maktabatul Ilmi’.
Artinya tempat atau perpustakaan ilmu. Bermakna cahaya yang menerangi kebodohan.
’’Untuk bisa mencapai akreditasi ada sembilan komponen yang harus dikerjakan dan dibuktikan oleh asesor pada saat datang,’’ tuturnya.
Meliputi koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga, penyelenggaraan, pengelolaan, inovasi dan kreativitas.
Tingkat kegemaran membaca serta indeks perpustakaan.
Dengan diterimanya dua penghargaan tersebut, SMPN 1 Kudu berkomitmen untuk terus menjadi sekolah yang tidak hanya berprestasi secara akademik.
Tetapi juga menjadi pelopor dalam upaya pelestarian lingkungan hidup serta perkembangan budaya literasi. (dwi/jif)
Editor : Ainul Hafidz