Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Sedekah Memadamkan Dosa dan Menolak Balak, Ini Dalilnya

Rojiful Mamduh • Senin, 8 Desember 2025 | 14:13 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Jombang, Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan pentingnya sedekah.

’’Semua orang mati ingin hidup lagi hanya demi sedekah,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (5/12).

Kematian merupakan kepastian. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menundanya walau sesaat.

Penyesalan manusia saat ajal datang diabadaikan dalam firman Allah Ta’ala di QS Al-Munafiqun 10.

Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menangguhkan (ajal)ku sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan termasuk orang-orang saleh.

Ayat ini menggambarkan suara penyesalan yang sangat terlambat—jeritan seseorang yang baru menyadari pentingnya amal saat malaikat maut telah berdiri di depan mata.

Hidup ini perjalanan panjang di jalan yang tidak diketahui ujungnya. Kadang lurus, kadang berliku, kadang tenang, kadang penuh ujian.

Namun ada satu hal yang pasti: Tiap langkah membawa kita semakin dekat kepada kematian.

Di tengah kesibukan mengejar dunia, kita sering lupa bahwa waktu bergerak tanpa kompromi.

Kebaikan ditunda, sedekah ditahan, amal ditinggalkan. Tidak sadar bahwa setiap helaan napas adalah undangan menuju akhir.

Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan: yaitu kematian.

Dengan mengingat mati, hati menjadi lembut, dunia mengecil, dan amal saleh bertambah.

Banyak manusia yang menyesal ketika detik-detik ruh dicabut. Mereka ingin kembali. Mereka ingin menebus waktu.

Mereka ingin bersedekah. Namun, waktu tidak lagi dapat dibeli, tidak bisa ditukar, tidak bisa diputar ulang.

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat ini: Tidak ada sesuatu yang lebih mereka sesali saat kematian datang selain tidak bersedekah.

Mengapa sedekah? Karena sedekah adalah amal tercepat mendatangkan pahala. Termudah, dan paling besar balasannya.

Sedekah merupakan investasi yang tidak pernah merugi. Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Baqarah 261.

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap bulir ada seratus biji.

Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.

Ini investasi yang dijamin Allah Ta’ala sendiri. Rasulullah bersabda: Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.

Sedekah juga menolak balak. Saat kita memberi, kita tidak sedang kehilangan—kita sedang mengirimnya ke akhirat, ke tempat di mana setiap butir sedekah menjadi cahaya, pelindung, dan penolong.

Imam Al-Ghazali mengatakan; Harta yang kau simpan akan hilang. Harta yang kau makan akan habis. Harta yang kau sedekahkan—itulah yang kekal.

Alkisah, ada seorang dermawan besar sedang sakit keras. Orang-orang datang menjenguknya.

Ia menangis dan berkata: Seandainya Allah memberiku satu hari saja untuk kembali sehat, akan kuberikan seluruh hartaku di jalan-Nya.

Namun waktu itu tidak pernah datang. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #sedekah #masjid #menolak bala #Sumobito #Dalil #Binrohtal #Jombang #Trawasan #dosa