JombangBanget.id – Memasuki 1 Desember, jumlah kekosongan jabatan kepala sekolah di Kabupaten Jombang kembali bertambah.
Tiga kepala SD negeri (SDN) resmi purna tugas.
’’Dari SDN di Kecamatan Gudo, Kecamatan Tembelang dan Ngoro,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Heri Mujiono.
Naimah Endang Yayuk Wilujeng, kepala SDN Plumbongambang 2 Kecamatan Gudo, Jombang.
Sugiyono, kepala SDN Kauman 1 Kecamatan Ngoro, Jombang.
Serta Baschoro, kepala SDN Rejosopinggir Tembelang, Jombang.
Total kini ada 33 kepala sekolah yang kosong. Rinciannya, delapan TK negeri, 22 SDN, dan tiga SMPN.
Seluruhnya belum memiliki kepala sekolah definitif. Untuk sementara, kursi kepala sekolah kini dijabat pelaksana tugas (Plt).
Untuk SMPN, kekosongan kepala tidak akan bertambah dalam waktu dekat.
’’Kepala SMPN tidak ada yang purna per Desember. Kemungkinan baru ada tambahan nanti April 2024. Tapi datanya siapa saja, saya tidak hafal,’’ jelasnya.
Terkait pengisian kekosongan jabatan kepala SDN, prosesnya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Baca Juga: 29 Kursi Kepala Sekolah di Jombang Kosong, Berikut Rinciannya
Dinas telah melakukan pemetaan dan pengajuan. Namun keputusan tetap berada pada Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Jombang.
’’Pelantikan belum tahu kapan. Kami hanya memetakan dan mengajukan. Selanjutnya akan dipertimbangkan dan dikaji oleh Bapeljakat,’’ ungkapnya.
Saat ini, terdapat 50 calon kepala sekolah yang telah mengikuti proses dan dinyatakan sebagai calon.
Meski demikian, Heri menegaskan, status tersebut belum menjamin semuanya akan dilantik.
Rincian 50 calon kepala sekolah tersebut, 29 guru SMP, satu guru TK, dan 20 guru SD.
’’50 calon kepala sekolah ini masih calon. Belum tentu semuanya nanti dilantik. Semua kembali pada kebutuhan formasi dan keputusan Baperjakat,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz