JombangBanget.id – Banjir yang menggenangi sejumlah sekolah di Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, Jombang akibat luapan Kali Marmoyo masih terjadi hingga Jumat (21/11).
Bahkan siswa SMPN 2 Ploso harus dipulangkan lebih awal.
Ini setelah air tiba-tiba menggenang kembali sekitar pukul 09.30 WIB.
’’Sempat pembelajaran tatap muka pagi ini (kemarin), kemudian sekitar jam 09.30 WIB, air datang lagi tanpa hujan sehingga siswa dipulangkan lebih awal,’’ kata Kepala Seksi Peserta didik dan Pembangunan Karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Iswahyudi Hidayat.
Air datang menggenangi sekolah, mulai halaman sampai ruang kelas.
Tingginya kurang lebih 30-50 cm dari titik paling rendah. Di ruang kelas, air menggenang setinggi mata kaki.
’’Informasi yang kami terima, air semakin banyak, mudah-mudahan saja segera surut,’’ ucapnya.
Ia memastikan, barang-barang yang ada di SMPN 2 Ploso aman. Alat-alat elektronik juga sudah dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi.
’’Seperti CPU sudah dinaikkan, buku-buku juga sudah diantisipasi, karena air semakin tinggi,’’ jelasnya.
Hingga Jumat (21/11), baru SMPN 2 Ploso yang melaporkan terjadi kebanjiran hingga harus melakukan pembelajaran secara online.
Dua SD juga dilaporkan kebanjiran hingga harus melakukan pembelajaran online. SDN Kedungdowo dan SDN Pandanblole Kecamatan Ploso.
Baca Juga: Momen Pernikahan Warga Jombang di Tengah Banjir: Pengantin Digendong, Tamu Rela Basah-basahan
’’Dua SD itu pembelajarannya daring (dalam jaringan atau online),’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin, mengatakan, banjir merendam sebagian madrasah di Kecamatan Ploso.
Terutama MI Nizhamiyah dan RA Muslimat yang berada di Desa Jatigedong.
’’MI Nizhamiyah sudah dua hari pembelajaran dilakukan secara daring,’’ ucapnya.
Namun Jumat sebagian siswa masuk dan belajar secara langsung, namun tidak bisa efektif karena kondisi air masih tinggi.
’’Sebagian masuk sekolah tapi tidak bisa normal karena masih agak tinggi airnya. Jika belum memungkinkan, anak-anak kita arahkan untuk belajar dari rumah,’’ ungkapnya.
RA Muslimat yang berada tak jauh dari MI Nizhamiyah juga terdampak banjir. ’’Untuk RA juga sama, pembelajaran masih dari rumah,’’ bebernya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz