SABTU (1/11), tiga siswa MA Madrasatul Qur’an Tebuireg—mengikuti Final Biology Event Competition (BEC) ke-9 yang digelar di Universitas Islam Malang.
Miftahul Arifin (XII-A), Sultan Trenggono Tsany Mulyo Prakoso (XII-G), dan M Afrizal Imaduddin (XI-B).
Alhamdulillah kami meraih juara 1 sekaligus masuk nominasi Best Presentation.
’’Setiap ilmu yang dikaji santri harus memberi manfaat, menjadi amal jariyah bagi sesama dan lingkungannya,’’ kata KH Abdul Hadi Yusuf Masyhar, selaku pengasuh Pesantren Madrasatul Qur’an.
Salah satu juri, Dr Ratna Djuniwati Lisminingsih, berpesan agar penelitian kami diimplementasikan di rumah dan masyarakat.
Karya tulis kami berjudul; Analisis Ekoteologis Pemanfaatan Limbah Dapur Organik sebagai Sumber Energi Biogas di Pesantren: Studi Kasus Madrasatul Qur’an Tebuireg.
Tentang pengelolaan limbah organik yang setiap hari dihasilkan, tetapi seringkali terbuang percuma.
Padahal, berdasarkan hasil temuan kami, limbah tersebut dapat diolah menjadi biogas yang tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga dapat menghemat biaya pengeluaran serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kami juga mengaitkan pengelolaan limbah ini dengan nilai keagamaan. Seperti imaratul ardh (pemakmuran bumi).
Khalifatullah fil ardh (kekhalifahan manusia di bumi). Serta mizan (keseimbangan).
Penelitian kami tidak hanya mengupas sisi akademis, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dalam upaya menjaga lingkungan.
Oleh Sultan Trenggono Tsany Mulyo Prakoso, Kamar Darussalam 01 PP Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz