JombangBanget.id - Di balik deretan prestasi Ghea Qumairah, tersimpan cita-cita mulia.
Karateka muda asal Tunggorono, Kecamatan Jombang ini punya mimpi mulia.
’’Saya ingin mengajak kedua orang tua berangkat umrah dari hasil tabungan hadiah lomba,’’ ucap gadis kelahiran 21 Juni 2014 ini.
Setiap kali juara, Ghea kerap memperoleh hadiah berupa uang. Baik dari penyelenggara kejuaraan, sekolah, maupun dari lembaga lain.
Semua uang hadiah itu tidak dia habiskan begitu saja. Dengan disiplin, ia menabung setiap rupiah yang diterimanya.
Bila ada kebutuhan sekolah, ia mengambil sedikit dari tabungan tersebut.
Namun selebihnya, tetap disimpan sebagai bekal untuk mewujudkan mimpi besarnya.
’’Ingin nabung banyak biar bisa bawa orang tua umrah. Uang hadiahnya saya titipkan ke mama,’’ kata Ghea dengan penuh keyakinan.
Orang tuanya, Guruh Eko Prasetyo dan Eni Isnawati, menjadi sumber semangat utama. Mereka selalu memberikan dukungan penuh. Setiap latihan, Ghea diantar.
Begitu pula saat mengikuti kejuaraan. Namun seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Ghea juga mulai belajar mandiri.
Ia kerap berangkat bersama teman-temannya saat harus mengikuti agenda latihan tambahan atau bepergian bersama tim.
Baca Juga: Hebat! Tiga Karateka Jombang Sabet Dua Medali Ajang Popnas 2025
Prestasi Ghea tak luput dari dukungan orang tua, guru di sekolah maupun pelatih karate. Serta teman-temannya.
’’Mama papa selalu antar saya latihan. Bahkan sering didampingi kalau sedang ikut kejuaraan,’’ ucapnya.
Perjuangan Ghea masih panjang. Ia ingin menjadi juara PON suatu saat nanti, hingga mewakili Indonesia pada kejuaraan-kejuaraan bergengsi tingkat internasional.
’’Ingin sekali mewakili Indonesia di kejuaraan dunia,’’ ungkap karateka yang mengidolakan dua karateka Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta Yuda untuk kata.
Serta Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung untuk kumite (tanding).
Dewasa nanti, Ghea bercita-cita menjadi polwan atau menjadi TNI angkatan laut.
Namun sebelumnya, setelah lulus SD, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Jombang.
’’Untuk karate, suatu saat saya juga ingin menguasai kumite (tanding),’’ tekadnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz