JombangBanget.id – Efektivitas belajar mengajar di SMPN 1 Perak, Jombang terganggu.
Rehab yang dikerjakan sejak Agustus dan ditargetkan selesai dalam 90 hari tak kunjung selesai hingga November.
Tiga kelas harus bergantian bahkan ada yang belajar di aula terbuka.
’’Rehab sudah dimulai sejak Agustus, tapi sampai sekarang belum selesai,’’ kata Kepala SMPN 1 Perak, Parsum Sukowibowo.
Rehab yang di tiga ruang kelas sekolahnya molor dari waktu yang telah ditentukan.
Meski tak bisa menjelaskan detail kapan kontrak berakhir, namun, di awal pengerjaan informasi yang ia terima, waktu pengerjaan dilakukan selama tiga bulan.
’’Rekanannya langsung dari dinas, kami hanya penerima manfaat. Infonya dulu hanya tiga bulan, tapi ini sudah empat bulan tapi belum selesai juga,’’ terangnya.
Tiga kelas direhab bagian atap. Yakni kelas 8-D, kelas 8-C dan kelas 8-E.
Pembelajaran menempati kelas sementara. Ada yang di aula terbuka, ada di laboratorium IPA, dan ada yang di ruang keterampilan.
’’Sebelum direhab reng usuknya bergelombang. Hanya kami perbaiki sedikit-sedikit. Kami mengajukan rehab 2023, alhamdulillah tahun ini dapat,’’ bebernya.
Pantauan di lokasi, pengerjaan rehab kini sedang dalam pemasangan rangka atap galvalum.
Baca Juga: SMPN 3 Peterongan Jombang Tampilkan Karya Siswa di FELIS 2025, Ajang Literasi dan Talenta
Belum pemasangan atap dan plafon. Di lokasi juga tidak tampak ada papan informasi pengerjaan proyek.
Sehingga tak dapat diketahui, siapa yang mengerjakan, berapa nilai dan sumber anggarannya. Juga batas waktu pengerjaannya.
Di laman sirup.lkpp.go.id, SMPN 1 Perak direhab dengan nilai anggaran Rp 200 juta.
Penyedia dipilih melalui pengadaan langsung. Di laman yang sama, estimasi pekerjaan dilakukan mulai Juni sampai Agustus.
Dikonfirmasi terpisah terkait rehabilitasi SMP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, belum memberikan respons. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz