JombangBanget.id – Ratusan TK, SD, dan SMP baik negeri maupun swasta di Jombang menerima bantuan IFP (Interactive Flat Panel) dari pemerintah pusat.
Ini perangkat layar datar interaktif untuk digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah.
Bagian dari program peningkatan mutu pendidikan melalui teknologi, yang memungkinkan proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, efektif, dan menarik bagi guru serta siswa.
’’Bantuan IFP diberikan langsung ke sekolah. Di Jombang ada SD dan SMP negeri serta swasta yang sudah menerima,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, (12/11).
Pada jenjang PAUD, sudah ada 273 lembaga yang menerima bantuan IFP. Sementara pada jenjang SD ada 415 sekolah yang melapor telah menerima IFP.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) delapan lembaga. SMP 92 sekolah. Serta sanggar kegiatan belajar (SKB) dua sekolah.
’’Bangtuan IFP itu langsung dari kementerian, tidak melalui dinas. Kita terus melakukan pendataan penerimanya di Jombang. Data terus bergerak,’’ jelasnya.
Ia berharap, bantuan IFP dapat digunakan sebaik mungkin. Dia juga mengimbau sekolah yang dapat bantuan agar melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.
’’Mudah-mudahan bantuan ini dapat meningkatkan mutu pendidikan,’’ ungkapnya.
SMPN 1 Jombang menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. IFP sementara diletakkan di ruang pertemuan sekolah.
Rudy Priyo Utomo, kepala SMPN 1 Jombang, mengatakan, sekolah mendapatkan IFP setelah mengisi data di data pokok pendidikan (dapodik).
Baca Juga: Perkuat Gerakan Air Minum Aman, Pemkab Jombang Ajak Sekolah Wujudkan Generasi Sehat
’’Memang tidak melalui dinas, ini mengisi data di dapodik. Pada bagian IFP, kami mengisi bersedia menerima, sehingga dikirim langsung ke sekolah,’’ bebernya.
Beberapa bulan setelah pendataan di dapodik tersebut, pihaknya mendapatkan kabar dari kurir yang mengantar. Setelah sampai di sekolah, IFP tidak boleh dibuka dulu.
Sebab ada teknisi khusus yang diminta untuk melakukan pemasangan.
’’Dapat satu set beserta rangka penyangganya,’’ jelasnya.
Karena baru selesai dipasang dan diinstal, IFP belum dimanfaatkan oleh siswa.
Rencananya, ke depan, seluruh guru mendapatkan jadwal untuk memanfaatkan IFP sebagai sarana pembelajaran.
’’Sebelum digunakan kami akan jelaskan cara mengoperasikannya, agar guru-guru paham,’’ bebernya.
IFP berukuran 75 inch tersebut dapat berfungsi sebagai papan tulis. Bisa mengakses internet. Sekaligus media pembelajaran digital. Serta dilengkapi webcam.
’’Canggih sekali. Kalau mau menggunakan ya siswa dan guru harus belajar di ruang pertemuan. Karena kalau IFP-nya yang digeser kurang pas,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz