JombangBanget.id – SMPN 3 Peterongan, Jombang menggelar Gebyar Festival Literasi Sekolah (FELIS) 2025.
Guna mewujudkan generasi peduli literasi, bahasa dan budaya.
Sekolah yang berada di naungan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang tersebut mengadakan rangkaian lomba pertunjukan puisi, pembuatan komik, olimpiade bahasa dan sastra Indonesia bagi siswa SD dan MI Se-Kabupaten Jombang dan sekitarnya, Minggu (26/9).
Ada pula lomba parikan Bahasa Jawa (didahului dengan workshop mencipta dan melagukan (ngidung) parikan).
Juga cipta puisi hingga english speech contest. Serta pameran karya siswa untuk internal siswa SMPN 3 Peterongan, (22-25/9).
’’Gebyar FELIS 2025 diharapkan menjadi panggung luar biasa bagi para peserta didik dalam menyalurkan bakat dan ide cemerlang mereka,’’ kata Kepala SMPN 3 Peterongan Miftakhul Rohana SPd.
Semua kegiatan dilaksanakan di SMPN 3 Peterongan.
’’Para siswa tampil penuh percaya diri dalam menyalurkan ide, rasa, dan ekspresi lewat karya yang luar biasa,’’ tambahnya.
Rangkaian acara ditutup dengan Gebyar Puncak FELIS 2025, Minggu (9/10) di lapangan indoor SMPN 3 Peterongan.
Dibuka oleh Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum (MPPDU)Koordinator Bidang Kamtib sekaligus Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang, KH Rohmatul Akbar ST.
Dilanjutkan doa oleh KH Hamid Bisri SE MSi.
Baca Juga: Sambut Siswa Baru dengan Cara Menyenangkan, Begini Keseruan MPLS SMPN 3 Jombang
Dilanjutkan talkshow menghadirkan penulis novel Tasawuf Cinta sekaligus pengasuh asrama Ponpes Darul Ulum, Gus Dzulhilmi As'ad SAg MPdI.
Dalam acara tersebut, diumumkan para pemenang setiap kategori perlombaan.
Serta seremonial program GEMMURU (Gerakan Menulis Murid dan Guru) 2025.
’’Pengunjung yang hadir juga disuguhi pertunjukkan tari tradisional serta penampilan dari para juara,’’ terang Rohana.
Kegiatan ini semakin memperkuat citra SMPN 3 Peterongan sebagai sekolah dengan beragam prestasi dan berbagai inovasi.
Sesuai dengan konsep sekolah sebagai role model school religius culture (SRC) Jawa Timur.
Mereka menerapkan perpaduan dua jenis kurikulum. Kurikulum dari dinas serta kurikulum kepondokan.
’’Sekolah tidak hanya mementingkan prestasi akademis tetapi juga mengutamakan pendidikan akhlak mulia. Tujuannya, mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas, dan berkarakter islami di tengah arus modernisasi yang terus berkembang,’’ paparnya.(dwi/jif)
Editor : Ainul Hafidz