JombangBanget.id – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik pendidikan nonformal jenjang Paket C di Jombang dijadwalkan berlangsung pada gelombang ketiga.
Dari Jombang total ada 724 siswa paket C yang bakal ikut TKA.
’’Semua ikut, karena itu hak peserta didik,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari, (31/10).
Paket C mengikuti jadwal khusus yaitu pada gelombang ketiga. SMA dan SMK gelombang pertama dan kedua pada 3-6 November.
’’Untuk siswa kelas 12 Paket C pakai jadwal khusus, 8-9 November, bertepatan dengan akhir pekan,’’ kata Wor Windari.
TKA untuk peserta didik paket C di Jombang bersifat wajib.
’’Ini merupakan hak peserta didik dan kewajiban satuan pendidikan untuk memfasilitasi,’’ tegasnya.
Data dari bidang pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF), ada 724 peserta dari 27 satuan pendidikan nonformal yang akan mengikuti TKA Paket C tahun ini.
Seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyelenggarakan TKA secara mandiri tanpa menumpang di sekolah lain. Pelaksanaan dilakukan online.
’’Hasil pemantauan sementara menunjukkan, seluruh lembaga siap menggelar TKA. Rata-rata PKBM membuka dua sesi pelaksanaan tiap hari,’’ terangnya.
Sementara itu, Kepala PKBM Yalatif Bandung Diwek, Akhmad Zainuddin, mengatakan, pelaksanaan TKA pada gelombang khusus akhir pekan sangat membantu peserta didik kesetaraan.
Baca Juga: Pembahasan Soal Tryout TKA via Koran, Siswa Jombang Lebih Aktif dan Fokus
’’Banyak anak-anak kami yang sudah bekerja. Jadwal Sabtu–Minggu membuat mereka lebih leluasa tanpa harus meninggalkan pekerjaan,’’ ungkapnya.
Total ada 41 siswa PKBM Yalatif yang akan mengikuti TKA. Dibagi menjadi dua ruang.
PKBM Yalatif memiliki cukup perangkat komputer sehingga pelaksanaan TKA hanya satu sesi.
Pengawasan dilakukan silang antar PKBM. PKBM hanya menyetorkan dua nama guru ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, oleh dinas kemudian dibagi.
’’Guru dari sini mengawasi di PKBM Insan Mulia, guru PKBM Insan Mulia mengawasi di sini,’’ jelasnya.
Di Yalatif, pembimbingan peserta sudah dilakukan intensif sejak satu bulan terakhir.
’’Kelas 12 sampai sore, hampir Magrib baru pulang. Kami briefing sesuai mata pelajaran pilihan agar nilai mereka maksimal, bukan sekadar ikut,’’ tambahnya.
Jumlah siswa Yalatif yang akan mengikuti seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP) masuk perguruan tinggi negeri, belum terdeteksi.
Namun, setiap tahun selalu ada lulusan PKBM Yalatif yang mendaftar dan diterima melalui jalur tersebut.
’’Setiap tahun ada siswa yang diterima di jalur SNBP, untuk sekarang masih belum terdeteksi,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz