KAMIS (16/10) di Masjid Agung Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng, Ustad Aziz Muslim Alhafiz selaku guru nahwu menyampaikan pentingnya serius mondok.
’’Selama di pesantren harus serius agar ilmunya bermanfaat dan berkah,’’ tuturnya.
Beliau cerita, ada santri yang sudah mondok selama sembilan tahun. Namun ketika pulang, ia merasa masih seperti orang awam. Ia lalu kembali ke pesantren.
Sang kiai bertanya, ’’Sorof-nya sudah sampai bab berapa?’’ Santri itu menjawab, ’’Masih bab satu.’’
Ternyata, selama sembilan tahun ia tidak bersungguh-sungguh.
’’Agar berhasil, kita harus bersungguh-sungguh. Man jadda wajada. Siapa yang sungguh-sungguh pasti akan berhasil,’’ tegasnya.
Santri harus tekun dan istiqamah. Baik salat jamaahnya, ngajinya, maupun sekolahnya.
’’Belajarlah sungguh-sungguh, jangan banyak tidur, nanti rugi waktunya,’’ pesannya.
KH Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim wal Muta‘allim menulis: Hendaklah seorang penuntut ilmu bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, tekun dalam belajar, tidak mudah bosan, dan bersabar atas segala kesulitan yang dihadapi.
Ilmu tidak akan diperoleh oleh orang yang malas, dan tidak akan menetap dalam hati orang yang suka bermain-main.
Santri harus meneladani semangat para ulama yang mengorbankan waktu, tenaga, dan kenyamanan demi mencari rida Allah melalui ilmu.
Oleh: Muhammad Barqi Az-Zamzami, Kamar Jannatul Firdaus 17 PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz