JombangBanget.id - Prestasi gemilang siswa MAN 1 Jombang di berbagai ajang sains tak lepas dari tangan dingin Dewi Muasyaroh, S.Si., M.Si. Selama menjadi pembimbing olimpiade.
Ia berhasil mengantarkan puluhan siswa menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.
Salah satunya, siswa bimbingannya berhasil menembus final Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang kebumian tahun 2025.
”Sejak awal tahun ajaran, kami menyeleksi siswa yang berminat mengikuti olimpiade, khususnya dari kelas 10,” ungkapnya.
Proses pembinaan dilakukan secara berjenjang dengan mewadahi 17 mata pelajaran olimpiade, termasuk mata pelajaran agama.
Menjelang semifinal dan final, pembinaan dilakukan lebih intensif agar siswa benar-benar siap menghadapi tantangan.
Dewi tak hanya fokus membimbing bidang kimia, tetapi juga aktif dalam pembinaan kolaboratif lintas bidang seperti OSN kebumian sebab kebumian gabungan antara geografi, kimia, dan fisika.
Menurutnya, pembinaan olimpiade tidak hanya mengejar piala, tapi juga melatih evaluasi diri dan ketekunan belajar.
”Saya selalu mendorong siswa untuk mengikuti berbagai lomba, tidak hanya olimpiade resmi, agar mereka bisa mengukur kemampuan sendiri,” ujarnya.
Selain untuk evaluasi belajar diri, prestasi yang diraih juga jadi bekal untuk mendapatkan prodi yang diimpikan di perguruan tinggi nanti.
Berbagai prestasi telah ditorehkan anak didiknya. ”Yang terbaru, tanggal 26 kemarin, siswa kami meraih Juara 2 lomba kimia di UIN Malang,” tuturnya bangga.
Selain aktif membimbing siswa, Dewi juga berkiprah di berbagai organisasi profesi.
Ia menjadi Sekretaris MGMP Kimia Kabupaten Jombang sejak 2004, kemudian Ketua MGMP Kimia MA Kabupaten Jombang tahun 2021, dan kini menjabat Ketua Bidang Keorganisasian MGMP Kimia MA Jombang sejak 2024.
Ia juga dipercaya menjadi fasilitator daerah program World Bank untuk Bojonegoro dan Lamongan (2020–2024), yang berperan menggerakkan kegiatan MGMP di bawah Kemenag Pusat.
Di tingkat provinsi, ia tercatat sebagai anggota MGMP Kimia MA Jawa Timur dan anggota Edutech Madrasah sejak 2021.
Prestasi pribadinya pun tak kalah membanggakan. Tahun 2021, Dewi meraih medali emas Olimpiade Guru POSI (Pusat Olimpiade Sains Indonesia) di bidang Kimia-Fisika. Ia juga aktif sebagai anggota PGRI sejak 2003.
Baginya, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar sepanjang hayat.
”Perubahan itu datang dari diri sendiri. Orang lain bisa berperan, tapi diri kitalah yang paling menentukan arah perubahan,” pesannya penuh makna. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz