JombangBanget.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra Hj Arifatul Choiri Fauzi MSi, melakukan kunjungan ke MAN 1 Jombang, Jumat (24/10).
Ini dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025.
Kehadirannya disambut semarak dan penuh semangat. Menteri PPPA mengajak santri berdaya dan berakhlak.
Kunjungan diisi dengan kegiatan istighotsah, yel-yel Sekolah Ramah Anak (SRA), dan penampilan tari Saman sebelum acara utama dimulai.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Dalam kegiatan itu juga disampaikan beasiswa pendidikan secara simbolis, dari pihak ketiga.
Serta bantuan gitar dan pianika dari Menteri PPPA untuk MAN 1 Jombang.
Dalam ceramah dan dialog motivasinya, Menteri PPPA menyampaikan pesan agar para santri terus menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.
Serta berperan aktif membangun peradaban melalui karya dan pemberdayaan.
Dia juga menyampaikan pentingnya penanaman karakter unggul dan semangat kesetaraan bagi seluruh peserta didik, sejalan dengan visi madrasah ramah dan berdaya.
’’Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan berada di antara bintang-bintang. Peradaban dunia yang agung tidak akan pernah terbentuk tanpa tangan-tangan perempuan yang berdaya dan berkarya,’’ urainya.
Baca Juga: Tim Robotik MAN 1 Jombang Juara Internasional di Jeddah dan Solo, Berikut Daftarnya
Menteri PPPA juga menyampaikan dua program pemerintah.
Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Keduanya bertujuan memperkuat kesetaraan, pemberdayaan, serta perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Menteri PPPA meninggalkan tiga pesan kepada para santri.
Pertama, tidak meninggalkan salat. Kedua, berbakti kepada orang tua. Serta ketiga, selalu mendoakan guru.
Momen Hari Santri Nasional menjadi pengingat sejarah perjuangan para santri, kiai dan ulama terdahulu merebut kemerdekaan hingga lahir resolusi jihad.
’’Siswa harus mengetahui dan memahami, jika tidak ada resolusi jihad, tidak akan ada 10 Nopember,’’ ungkapnya.
Sementara Kepala MAN 1 Jombang, Dr Hj Saadatul Athiyah berharap, siswa bisa mengimplementasikan arahan dari Menteri PPPA.
Terutama untuk menegakkan anti bullying di lingkungan madrasah.
’’Agar tidak ada bullying, maka harus saling jaga toleransi satu sama lain,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz