Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sekolah Lima Hari di Jombang Bakal Dievaluasi, Ini Kata Bupati Warsubi

Anggi Fridianto • Jumat, 17 Oktober 2025 | 20:34 WIB
GAMBLANG: Bupati Jombang Warsubi saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Rabu (15/10).
GAMBLANG: Bupati Jombang Warsubi saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Rabu (15/10).

JombangBanget.id – Penerapan sekolah lima hari di jenjang SD dan SMP di Kabupaten Jombang menjadi perhatian serius Bupati Warsubi.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut akan terus dipantau pelaksanaannya.

’’Kami mengapresiasi masukan dari DPRD Jombang. Untuk saat ini, penerapan sekolah lima hari di Jombang sudah berjalan dengan baik. Ke depan akan kita lihat dan lakukan evaluasi-evaluasi agar pelaksanaannya semakin optimal,’’ katanya, Rabu (15/10).

Bupati Warsubi menegaskan, evaluasi tetap akan dilakukan secara berkala.

Hal ini untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, maupun orang tua.

Sebelumnya, kebijakan lima hari sekolah jenjang SD dan SMP negeri di Jombang kembali menuai sorotan.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jombang mendorong Pemkab Jombang untuk meninjau ulang pelaksanaannya.

’’Dari hasil turun ke masyarakat, banyak yang meminta agar Pemkab meninjau ulang pelaksanaan lima hari sekolah. Karena dampaknya cukup besar, baik dari sisi pergaulan anak maupun efektivitas pelaksanaan di lapangan,’’ kata Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang Jombang, M Subaidi Muchtar.

Kebijakan tersebut banyak dikeluhkan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Keluhan itu disampaikan masyarakat saat anggota dewan melakukan serap aspirasi.

’’Ada dua alasan utama masyarakat keberatan,’’ ucapnya.

Baca Juga: DPRD Jombang Desak Pemkab Evaluasi Kebijakan Lima Hari Sekolah, Ini Faktor Pemicunya

Pertama, banyak sekolah dasar yang infrastruktur pendukungnya belum siap, sehingga penerapan lima hari sekolah terasa memberatkan.

Kedua, kebijakan ini berdampak langsung pada lembaga pendidikan nonformal keagamaan, seperti taman pendidikan Alquran (TPQ).

Pasalnya, setelah pulang sekolah, siswa sudah kelelahan sehingga tidak lagi bersemangat mengikuti kegiatan mengaji.

’’Ini menjadi keluhan yang paling krusial. Lembaga TPQ mengalami penurunan semangat belajar anak-anak. Kami khawatir, ini akan berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan pendidikan keagamaan mereka,’’ ungkapnya. (ang/jif)

 

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #evaluasi #Bupati Jombang #sekolah lima hari #dievaluasi #siswa #Bupati Warsubi #Pendidikan #Warsubi #Jombang #SD dan SMP