JombangBanget.id – Sebanyak 502 siswa SD negeri (SDN) di 21 kecamatan di Jombang bakal menjalani asesmen dalam bentuk tes IQ, tes bakat dan minat serta sekrening kesukaran belajar.
’’Ini merupakan bagian dari proses pengumpulan data dan pengolahan informasi untuk mengetahui kondisi akademik sekaligus psikologis peserta didik di usia dini,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Rhendra Kusuma (8/10).
502 siswa tersebut berasal dari 31 SDN di 21 kecamatan se-Jombang.
Tiap sekolah yang disampel mengirim enam hingga 35 siswa kelas 1 untuk menjalani asesmen.
Ini dilakukan untuk memetakan kemampuan awal siswa.
Baik dari sisi intelektual, minat, maupun potensi kesulitan belajar.
Hasilnya akan menjadi bahan refleksi bagi sekolah dan guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa.
Pelaksanaan asesmen mengacu pada rapor pendidikan Kabupaten Jombang.
Khususnya pada indikator literasi dan numerasi yang masih berada pada kategori rendah dan cukup.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal intervensi untuk meningkatkan capaian belajar siswa di jenjang dasar.
’’Ini juga dari pengusulan sekolah, penilaian dilakukan dari SD masing-masing,’’ katanya.
Baca Juga: Gelombang Akhir ANBK SD di Jombang Tanpa Masalah, Begini Fakta di Lapangan
Asesmen bakal melibatkan psikolog profesional dari RSUD Jombang.
Sekolah diimbau untuk mensosialisasikan kegiatan ini kepada wali murid dan memastikan hanya siswa yang telah memperoleh persetujuan orang tua yang akan mengikuti asesmen.
Proses sekrening nantinya juga akan melibatkan orang tua secara langsung, dengan lokasi asesmen difasilitasi oleh pihak sekolah.
’’Untuk jadwalnya kapan, kami masih menunggu jadwal dari RSUD Jombang,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz