JombangBanget.id – Rangkaian kegiatan Wastra Alami Jombang 2025 yang menjadi bagian dari Jombang Fest 2025 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang, berlanjut meriah pada hari kedua, Minggu (5/10).
Beragam kegiatan kreatif, edukatif, dan kolaboratif digelar untuk mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
’’Kegiatannya berlangsung selama dua hari. Hari pertama (4/10) pembukaan dihadiri Bupati Warsubi,’’ kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jombang, Bambang Nurwijanto.
Minggu (5/10) pagi diawali dengan aksi bersih sungai melibatkan berbagai pihak.
Seperti Dinas Lingkungan Hidup Jombang, Karang Taruna Mojotrisno, komunitas Sungai Watch, ARPALA 55, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas komunitas ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, yang juga menjadi bagian penting dari filosofi Wastra Alami yaitu pemanfaatan bahan alam yang ramah lingkungan.
Di saat bersamaan, digelar pula lomba melukis di tembikar yang diikuti siswa SD dan TK.
Kegiatan ini menarik minat puluhan anak yang antusias menyalurkan kreativitas mereka dengan warna dan motif khas Jombang.
Suasana kian semarak dengan penampilan Mojoagung Gamelan Heritage, yang membuka hari kedua dengan irama tradisional penuh makna.
Menutup rangkaian acara, malam harinya digelar pertunjukan bertajuk ’’Eksotika Wastra Alami Jawa Timur’’ menampilkan komunitas Jazz Jombang.
Perpaduan seni musik modern dengan keindahan Wastra Alami Jawa Timur memberikan pengalaman budaya yang unik dan memukau pengunjung.
Baca Juga: Gus Sentot Apresiasi Jombang Fest: Sangat Efektif untuk Promosikan Produk Unggulan
Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal dan upaya melestarikan warisan budaya Jombang melalui pendekatan kreatif lintas generasi.
’’Hari kedua ini menunjukkan bahwa Wastra Alami Jombang bukan hanya tentang keindahan kain, tapi juga tentang semangat kolaborasi dan kecintaan pada lingkungan. Kami ingin anak-anak muda Jombang belajar bahwa budaya, alam, dan kreativitas bisa berjalan beriringan,’’ tegas Bambang. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz