JombangBanget.id – Makin banyak aset pemerintah yang tidak terawat sehingga rusak.
Terbaru, bekas gedung kantor wilayah kerja (wilker) pendidikan Kecamatan Ngusikan ambrol.
Bangunan yang sempat difungsikan sebagai tempat pertemuan guru maupun pengawas itu diketahui mulai ambrol pada April.
’’Saya masuk Agustus lalu sudah ambrol,’’ kata Siti Juariah, pengawas SD Kecamatan Ngusikan.
Saat dia resmi bertugas pada 1 Agustus 2025, kondisi gedung tersebut sudah ambrol.
Sejak kantor pengawas pindah ke dinas, gedung itu memang jarang ditempati.
Meski sebelumnya masih sering dipakai guru-guru untuk pertemuan.
’’Sebagian ruangan juga sempat digunakan oleh penilik,’’ ujarnya.
Saat ini, aktivitasnya sebagai pengawas terbagi di dua wilayah.
’’Senin dan Selasa saya berkantor di Wilker Kudu, karena saya juga merangkap di sana. Sementara Rabu dan Kamis difasilitasi Pak Camat, saya menempati ruangan di kantor Kecamatan Ngusikan,’’ jelasnya.
Sampai kini, status kepemilikan gedung bekas Wilker Ngusikan masih belum jelas.
Baca Juga: Wilker Pendidikan di Kecamatan Dihapus, Picu Kekecewaan Pengawas di Jombang
’’Saya juga belum tahu itu milik siapa,’’ ucap Siti.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menegaskan, pihaknya tengah melakukan identifikasi asal-usul tanah dan bangunan tersebut.
’’Kalau asal-usulnya tanah TKD (tanah kas desa), akan kami kembalikan kepada desa agar dapat dimanfaatkan. Namun jika bukan tanah TKD, kami akan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk penelusuran lebih lanjut,’’ jelasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa serta merta melakukan perbaikan sebelum status kepemilikan jelas.
’’Kalau bangunan dan tanah tersebut belum bersertifikat atas nama Pemda, maka Pemda tidak bisa membiayai perbaikan. Jadi harus ditelusuri dulu kepemilikannya, setelah itu baru bisa diambil tindakan,’’ tandasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz