SELASA (26/8), setelah salat Isya' berjamaah di Masjid Agung PP Madrasatul Qur'an Tebuireng, digelar doa bersama untuk kiai dan wisudawan terbaik yang akan berangkat umrah.
KH Fauzan Kamal Alhafiz menyampaikan pentingnya sabar dalam menjalani proses menghafal Quran.
’’Kalau jenengan semua bisa sabar belajar lebih lama dari orang-orang yang di depan ini ( jajaran pengasuh, mudir dan santri senior serta alumni) insya Allah jenengan bisa lebih cerdas dari kami,’’ tuturnya.
Demikian pula jika taatnya lebih, maka pasti akan bisa lebih bermanfaat.
’’Begitu pula jika jenengan bisa ngabdi lebih lama dari kami, insya Allah lebih banyak keberkahan yang jenengan dapatkan,’’ terangnya.
Sebagaimana dikatakan Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki.
Tetapnya ilmu diperoleh dengan cara mengulang-ulang pelajaran.
Barakahnya ilmu didapat dengan berkhidmah atau mengabdi. Serta manfaatnya ilmu diraih dengan rida guru.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.
Menempuh jalan memiliki makna usaha dan proses yang panjang. Namun hasilnya pasti.
Sama halnya seperti santri yang mendapat hadiah umrah tadi.
Baca Juga: Student Journalism: Festival Rujak Ulek
Dia tidak menyangka bahwa Allah Ta’ala memberikan jalan untuk umrah melalui prestasi yang diraihnya.
Prestasi itu buah dari proses yang sungguh-sungguh dan ikhlas lillahi ta'ala.
Kesuksesan dapat diraih dari hasil kesabaran berlapis-lapis dan istiqamah.
Bukan sesuatu yang didapatkan secara instan.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS Ali Imron ayat 200.
Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.
Oleh Muhamad Rajiv El-Rosyad, Kelas X-L MA Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz