JombangBanget.id – Dari delapan SMP di Jombang yang mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat, baru satu yang mencapai 50 persen.
Yang lain masih dibawah 50 persen.
Penyebabnya, sempat ada kendala administrasi pajak dalam pembelanjaan bahan bangunan.
’’Baru satu yang sudah mencapai 50 persen, SMPN 2 Wonosalam saja. Yang lain masih dibawah 50 persen,’’ kata Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Indah Rochani.
Menurutnya, kualitas pengerjaan juga sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Sementara yang lainnya masih belum mencapai 50 persen.
Survei yang dilakukan oleh tim teknis kementerian juga meminta agar sekolah segera menyelesaikan pekerjaannya agar selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
’’Kemarin tim teknis meninjau ke SMPN 3 Jombang. Ada beberapa rekomendasi teknis yang diberikan. Seperti pondasi dan lain sebagainya,’’ jelasnya.
Kepala SMPN 3 Jombang, Eko Sisprihantono, mengatakan, dalam kunjungan tersebut sekolah diminta terus melakukan koordinasi dengan fasilitator.
’’Fasilitator yang ditunjuk untuk SMPN 3 Jombang yakni Universitas Negeri Malang,’’ terangnya.
Pengerjaan revitalisasi di SMPN 3 Jombang baru mencapai 25 persen.
Baca Juga: Revitalisasi 8 SMP di Jombang Jalan Lambat, Belum Capai 50 Persen dalam Sebulan
Penyebabnya, ada kendala selama dua minggu lebih karena panitia bingung dengan administrasi pajak yang digunakan untuk belanja barang bangunan.
’’Di juknis (petunjuk teknis) harus pakai NPWP (nomor pokok wajib pajak) sekolah. Sedangkan NPWP sekolah dinonaktifkan. Jadi kami masih bingung belanjanya pakai NPWP siapa. Setelah dapat kejelasan boleh pakai NPWP dinas, baru dilanjutkan kembali, sekarang mulai lancar,’’ urainya.
Rekomendasi dari tim teknis kementerian hanya mengingatkan agat seluruh administrasi mengacu pada juknis yang telah diberikan ke semua sekolah.
Serta segera melanjutkan proses pembangunan, agar selesai tepat waktu.
Bahkan dalam kunjungan itu, SMPN 3 Jombang sudah diiming-imingi dengan revitalisasi pembangunan lantai dua.
Serta dapat rebitalisasi berupa fasilitas olahraga seperti pembelian lapangan.
’’Baru diiming-imingi, belum pasti dapat,’’ ucapnya.
Ada delapan SMP yang menerima program revitalisasi dengan total anggaran Rp 12 miliar.
SMPN 3 Jombang, SMPN 2 Jogoroto, SMPN 2 Wonosalam dan SMPN 2 Bareng.
SMPN 1 Mojowarno, SMPN 3 Mojoagung, SMPN 2 Megaluh dan SMPN Ngusikan.
Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dan ditarget selesai November. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz