SENIN (11/8) di PP Al Mahfudz Seblak , Ustad Hadi, menerangkan salah satu fasal yang ada di kitab Talimul Muta'alim. Yakni tentang pentingnya mengingat diri.
’’Sepatutnya manusia tidak lupa akan dirinya sendiri,’’ tuturnya.
Manusia dianggap tidak memikirkan dirinya sendiri jika ia tidak ingat apa yang membawa manfaat kepada dirinya. Serta apa yang membawa mudarat kepada dirinya.
Contohnya, kita lebih memilih mengaji daripada bolos dan pura-pura sakit.
Karena dengan mengaji kita akan mendapatkan banyak ilmu dan manfaat.
Sebaliknya, jika kita melakukan hal yang tidak berguna maka akan mendapatkan mudarat atau hal yang tidak bermanfaat.
’’Jika kalian tidak memikirkan diri sendiri maka kalian sama saja seperti hewan yang tidak berpikir (punya akal),’’ ungkapnya.
Pada dasarnya hewan dan manusia itu sama. Yang membedakan, manusia memiliki akal dan hewan tak memiliki akal.
Maka akal yang dimiliki manusia harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik.
Jika kita tidak mengingat diri sendiri dan tidak menggunakan akal dengan baik, lalu terjerumus dalam kemudaratan, maka akan menjadi penyebab siksa di akhirat.
Oleh Varencika Ayu Erika, Kelas IX-B SMP A Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz