JombangBanget.id – Survei lingkungan belajar (Sulingjar) jenjang SMA di Jombang memasuki hari ketiga.
Belum semua sekolah mengisi soal yang diberikan. Bahkan baru sebagian kecil guru yang mengerjakan.
’’Dari 48 kepala SMA negeri dan swasta di Kabupaten Jombang, yang sudah mengisi Sulingjar baru enam orang. 42 orang lainnya belum melakukan pengisian,’’ kata Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah.
Sulingjar untuk kepala sekolah dan guru dimulai 15 September sampai 10 Oktober.
’’Mungkin karena waktunya fleksibel dan cukup lama, makanya masih banyak yang belum mengerjakan,’’ terangnya.
Dari total 1.279 guru yang mengajar di SMA negeri dan swasta di Jombang, yang sudah mengisi baru 110 guru. Sementara 1.169 guru lainnya belum mengisi.
Data tersebut terus bergerak.
’’Data terakhir kami update per 17 September pukul 11.20,’’ jelasnya.
Tidak ada sanksi bagi guru maupun kepala sekolah yang tidak mengisi soal-soal Sulingjar.
Namun akan berpengaruh pada rapor pendidikan sekolah. Sulingjar masih bagian dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang telah diikuti siswa.
ANBK digunakan untuk menetapkan rapor pendidikan sekolah.
ANBK juga menjadi salah satu indikator pemberian bantuan operasional sekolah (BOS) Kinerja.
BOS kinerja diberikan kepada 15 persen sekolah yang memiliki nilai terbaik dalam ANBK.
Tahun ini total ada 37 satuan pendidikan dibawah Cabdindik Jombang yang mendapatkan BOS Kinerja.
Rinciannya, 8 SLB dengan nilai kinerja Rp 36.250.000 tiap sekolah. 18 SMA dan 11 SMK dengan anggaran Rp 45.000.000 tiap sekolah.
Ada dua SMA juga mendapatkan BOS Kinerja kategori sekolah yang memiliki prestasi.
SMAN Ploso dan SMAN 3 Jombang dengan poin prestasi 3,5. BOS Kinerja yang didapatkan Rp 50.750.000. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz