SENIN (1/9) di kelas VII Al Qadr SMP Al Furqon Madrasatul Qur'an Tebuireng, Ustad Zainul Huda Alhafiz selaku pengampu pelajaran nahwu menjelaskan tentang pentingnya menjaga semangat menghafal Quran.
Bahkan ketika sedang sakit sekalipun.
’’Sebagai santri kita harus menahan diri untuk pulang karena sakit yang tidak parah. Kita harus tirakat karena di pondok diajarkan untuk mandiri. Insya Allah kita diberi kesembuhan yang cepat karena niat belajar,’’ tuturnya.
Beliau lalu bercerita tentang pertama kali terkena penyakit gudiken.
’’Dulu saya terkena penyakit gudiken hampir satu bulan,’’ terangnya.
Sakitnya tergolong parah. ’’Banyak sekali gudiknya, terutama di tangan. Besarnya hampir satu telapak,’’ ungkapnya.
Yang di siku malah lebih besar. ’’Sampai siku saya tidak bisa diluruskan,’’ kenangnya.
Tapi beliau tidak pulang. ’’Saya selalu di kamar karena rumah saya jauh,’’ ucapnya.
Selama sakit, beliau tetap istiqamah menambah hafalan dan murajaah. Sehingga akhirnya bisa wisuda tepat waktu.
’’Sakit itu adalah ujian dari Allah Ta’ala. Untuk menguji sejauhmana kesungguhan dan keistiqamahan kita,’’ urainya.
Jika kita sabar. Serta tetap berusaha istiqamah menambah hafalan dan murajaah, niscaya sakit kita akan cepat sembuh.
Oleh Muhammad Fatih Ar Rasyid, Asrama Jannatul Firdaus 01, PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang
Editor : Ainul Hafidz