Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dana BOS Telat Cair, Sekolah di Jombang Ini Pinjam Uang Puluhan Juta Rupiah Demi Bertahan

Wenny Rosalina • Selasa, 9 September 2025 | 18:38 WIB
INTERAKTIF: Siswa SMPN 1 Jombang saat belajar di kelas (8/9).
INTERAKTIF: Siswa SMPN 1 Jombang saat belajar di kelas (8/9).

JombangBanget.id – Dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahap kedua di Jombang hingga Senin (8/9) belum cair.

Utang sekolah mencapai puluhan juta rupiah untuk menalangi kebutuhan.

Sejumlah sekolah cari solusi dengan utang ke koperasi agar operasional sekolah tetap berjalan.

’’Hutang saya sudah banyak, ini sudah Rp 80 juta di koperasi, mudah-mudahan bulan ini cair,’’ kata Rudy Priyo Utomo, kepala SMPN 1 Jombang.

KPRI Dwija Tama Jombang menjadi pelarian sebagian SMP negeri yang mengalami keterlambatan pencairan BOS.

’’Hingga September ini, ada 10 SMP yang mencairkan dana segar di koperasi dengan bunga 0,8 persen,’’ kata Rudy yang juga ketua 2 KPRI Dwija Tama.

Termasuk SMPN 1 Jombang juga utang ke koperasi.

Pencairan utang tidak menggunakan jaminan.

Jika digunakan untuk keperluan lembaga seperti talangan selama BOS belum cair, harus mengajukan surat dengan tanda tangan kepala sekolah dan ketua komite.

Utang dibayarkan setelah BOS cair.

’’Jika belum ada kabar BOS cair, biasanya menjelang akhir bulan kepala sekolah mengajukan pinjaman. Kalau mau cair awal September misalnya, maksimal pengajuan 30 Agustus,’’ ungkapnya.

Baca Juga: BOS Tahap Kedua Belum Cair, Sekolah di Jombang Panik Cari Dana Talangan

Kondisi yang sama juga terjadi di jenjang SD. Karena kebutuhan SD tidak sebanyak SMP, maka pinjaman di lakukan di koperasi kecamatan.

Donny Erfantoro, ketua 2 KPRI Dhaya Harta yang juga kepala SDN Jombatan 3 mengatakan, saat ini ada tiga SD yang meminjam ke KPRI Dhaya Harta.

Pinjam untuk talangan selama BOS belum cair, dikenakan bunga 0,9 persen.

Peminjaman atas nama anggota, biasanya atas nama kepala sekolah atau guru.

’’Peminjaman tetap by name, tapi untuk surat pengajuan bisa dijelaskan kalau itu digunakan untuk talangan selama BOS belum cair,’’ bebernya.

Tiga SD yang mengajukan pinjaman dua diantaranya dari Kecamatan Jombang dan satu sekolah dari Kecamatan Mojoagung.

Rata-rata jumlah pinjaman untuk SD tidak terlalu banyak, hanya Rp 7,5 juta hingga Rp 10 juta per sekolah.

’’Pengembalian setelah BOS cair,’’ ucapnya.

Sementara itu,  Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, mengatakan, saat ini BOS tahap kedua gelombang ketiga sudah mendekati proses pencairan.

’’SK sudah turun, tapi kapan transfernya kami tidak berani memastikan,’’ jelasnya.

BOS tahap dua sudah cair untuk 222 SD dan SMP di gelombang pertama.

Serta 57 SD dan SMP di gelombang kedua. Sedangkan 378 sekolah di gelombang ketiga belum cair. (wen/jif)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Sekolah #Pinjam uang #bos #bantuan operasional sekolah #Jombang #SMPN #dana bos #utang #SMPN 1 Jombang