Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Soal Lebih Sulit dari UN! Ini Strategi Sekolah di Jombang Hadapi TKA

Wenny Rosalina • Jumat, 5 September 2025 | 17:38 WIB
Siswa kelas 12 SMAN Jogoroto saat mengikuti kegiatan di lab komputer sekolah (19/8).
Siswa kelas 12 SMAN Jogoroto saat mengikuti kegiatan di lab komputer sekolah (19/8).

JombangBanget.id – Tes kemampuan akademik (TKA) SMA di Jombang bakal dilaksanakan 1-9 November.

Kini sejumlah sekolah mulai persiapan.

Baik memberikan pembekalan kepada siswa, maupun persiapan sarana prasarana.

’’Untuk teknis pembekalan, kami serahakan ke sekolah masing-masing,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati, (3/9).

Dia juga mengimbau agar sekolah melakukan sejumlah persiapan.

Seperti mempersiapkan sarana prasarana.

Sebab TKA wajib menggunakan komputer dan diikuti banyak siswa, berbeda dengan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang hanya diikuti 45 siswa.

’’Kami meminta sekolah untuk mempersiapkan sarana prasarananya,’’ ungkapnya.

SMAN 2 Jombang mulai mempersiapkan siswa kelas 12 menghadapi TKA.

’’Setelah kisi-kisi resmi dari Kementerian Pendidikan turun, kita langsung melakukan analisis. Guru-guru yang mengajar kelas 12 kita diminta menyiapkan dan memberikan materi sesuai kisi-kisi tersebut,’’ kata Kepala SMAN 2 Jombang, Budiono.

Sejak awal September, siswa mulai dibekali latihan soal dari kementerian.

Baca Juga: Siswa SMP di Jombang Siap-Siap! Sertifikat TKA Bakal Jadi Syarat Masuk SMA dan SMK serta MA

’’Guru juga memperkaya dengan soal dari berbagai sumber lain, termasuk buku TKA terbaru. Kami tegaskan, harus menggunakan buku yang diterbitkan setelah kisi-kisi keluar, bukan yang lebih dulu beredar, karena ada buku yang beredar bahkan sebelum kisi-kisi turun,’’ paparnya.

TKA diperlukan sebagai bentuk validasi nilai rapor.

’’Nilai 90 di guru A dan guru B bisa berbeda apalagi antar sekolah, sehingga TKA ini hadir sebagai validator,’’ terangnya.

SMAN 2 Jombang mewajibkan semua siswa kelas 12 ikut TKA.

’’Karena mayoritas siswa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,’’ ungkapnya.

Tingkat kesulitan soal TKA berada di atas Ujian Nasional (UN).

Namun masih di bawah Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk perguruan tinggi negeri.

’’TKA lebih menekankan pada mata pelajaran, bukan literasi dan numerasi seperti AN (asesmen nasional) atau UTBK,’’ tambahnya.

Sekolah juga berencana memberikan sosialisasi kepada wali murid.

Salah satu pembahasannya terkait opsi tambahan pembekalan melibatkan pihak ketiga.

’’Sifatnya tidak memaksa, hanya untuk siswa yang merasa persiapannya kurang. Kalau ikut di sekolah, bisa lebih murah dibanding bimbel individu. Ini juga membantu siswa yang belum tersentuh bimbel,’’ bebernya.

SMAN 2 Jombang juga menghadapi tantangan infrastruktur.

Sejak UN ditiadakan, perangkat komputer jarang digunakan untuk ujian sehingga perlu peningkatan kapasitas.

’’Upgrade yang dibutuhkan terutama hard disk dan memory, jadi harus diganti dengan SSD (Solid State Drive). Kami punya lima laboratorium dengan 175 komputer, tapi belum semuanya bisa di-upgrade. Dana BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) dan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sekarang kami fokuskan untuk kebutuhan ini,’’ terang Budiono.

Jika perangkat masih kurang, pihak sekolah membuka kemungkinan meminjam laptop siswa.

Namun, hal itu berimplikasi pada teknis pelaksanaan ujian.

’’Idealnya cukup dua sesi saja. Kalau perangkat belum mencukupi, kemungkinan pinjam laptop siswa, tapi mudah-mudahan cukup. Karena dari 175 itu belum tahu berapa yang bisa diupgrade,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Sekolah #smk #tka #Tes Kemampuan Akademik #dinas pendidikan jatim #sma #Jombang #Cabang Dinas Pendidikan