JombangBanget.id – Antisipasi adanya unjuk rasa seperti yang terjadi di sejumlah daerah, seluruh siswa SMA dan SMK di Jombang tetap menjalani kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang hanya mengimbau agar sekolah melaksanakan kegiatan ulangan mulai 1-4 September.
’’KBM (kegiatan belajar mengajar) tetap luring (tatap muka), tidak ada pembelajaran daring (jarak jauh) di seluruh sekolah,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati.
Ulangan digelar agar siswa tertib berada di sekolah. Ia juga meminta seluruh guru dan orang tua untuk emastikan keberadaan siswa setiap saat.
Baik melalui data presensi, share lokasi atau aplikasi lainnya.
’’Sebab melihat kondisi terakhir di sejumlah daerah, unjuk rasa yang berujung pada kerusuhan, pembakaran dan penjarahan juga melibatkan pelajar. Sehingga kami mohon dengan sangat agar semua pihak, baik guru maupun orang tua mengawasi dan memastikan tidak ada siswa Jombang yang terlibat,’’ jelasnya.
Pinky meminta wali kelas dan guru BK bertanggungjawab atas keberadaan siswanya.
Imbauan juga diberikan kepada seluruh guru, untuk tidak menggunakan pakaian dinas dan atribut dinas selama mengajar di sekolah.
’’Tetap mengajar seperti biasa, hanya tidak menggunakan pakaian dan atribut dinas. Kepala sekolah juga harus memastikan keberadaan GTK (guru dan tenaga kependidikan) masing-masing,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN Jogoroto sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, Mu’alim, mengatakan, sekolah menjalani kegiatan belajar seperti biasa.
Sesuai dengan imbauan Cabdindik Jombang, ia memastikan seluruh siswa berada di sekolah selama jam belajar.
Baca Juga: Kepala SDN di Jombang Ini Beberkan Penyebab Siswa Harus Berbagi Kelas saat KBM
’’Yang pasti siswa tetap berada di sekolah selama jam belajar, insya Allah untuk Jombang aman terkendali,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz