JombangBanget.id – Sebanyak tiga kepala madrasah kosong di Jombang dan dijabat pelaksana tugas (Plt).
Kantor Kemenag Jombang sudah melakukan pengusulan pengisian ke Kanwil Kemenag Jatim.
’’Kami sudah mengusulkan ke Kanwil Kemenag Jatim untuk melakukan pengisian, tapi pelantikan kapan, tidak dapat dipastikan,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin.
Rinciannya, kepala MAN 9 Jombang kini Plt Masrukhin, yang merupakan kepala MAN 7 Jombang.
Kepala MTsN 12 Jombang kini Plt M Makhi, yang juga kepala MTsN 15 Jombang.
Makhi menjabat sebagai Plt Kepala MTsN 12 Jombang sejak 18 Desember 2024.
Serta MAN 10 Jombang yang baru kosong setelah kepalanya, Fahmie Amrullah, meninggal dunia pada Rabu (27/8). Saat ini, Plt belum ditunjuk.
’’Untuk pengisian Plt Kepala MAN 10 Jombang saat ini masih proses di kepegawaian,’’ terang Khojin.
Saat ini dia telah mengusulkan ke Kanwil Kemenag Jatim untuk melakukan pengisian pada jabatan kepala madrasah yang kosong.
Namun belum dapat dipastikan kapan kepala baru akan dilantik.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, pada Maret 2025 mengatakan, pihaknya telah mengusulkan enam nama untuk mengisi jabatan kepala yang kosong.
Baca Juga: Kandang Kosong hingga Biogas Nganggur, DPRD Jombang Soroti Proyek Bantuan Kemendes PDTT
Selanjutnya yang menentukan Kanwil Kemenag Jatim.
Enam nama yang diusulkan tersebut merupakan guru yang memiliki sertifikat calon kepala madarsah.
Untuk bisa menjadi kepala madrasah, guru harus pernah mengikuti pembinaan calon kepala madrasah dan dinyatakan lulus.
Sehingga memiliki sertifikat calon kepala madrasah. Juga harus mengikuti asesmen di Kanwil Kemenag Jatim.
Terkait jumlah guru yang memenuhi syarat tersebut, Muhajir mengaku tidak hafal. Namun dipastikan enam nama yang diusulkan seluruhnya telah memenuhi syarat.
’’Kita diminta mengusulkan tiga nama per satu jabatan kosong, jadi untuk mengisi MTsN 12 Jombang tiga nama, dan untuk mengisi MAN 9 Jombang tiga nama usulannya,’’ terangnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz