JombangBanget.id – Asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) MTs di Jombang dibagi menjadi dua tahap.
Tahap pertama dilaksanakan Senin-Selasa (24-25/8) dan tahap kedua Rabu-Kamis (26-27/8).
Semua sekolah menyelenggarakan mandiri di sekolah masing-masing.
’’Tidak ada yang menumpang di MTs lain. Ada yang pakai laptop, ada yang pakai komputer dan ada yang pakai HP,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin.
Pelaksanakan dibagi menjadi dua tahap karena menyesuaikan dengan kesiapan madrasah.
Juga sudah plotting dari Kanwil Kemenag Jatim. Semua madrasah menyelenggarakan dengan sistem online, sehingga lebih aman dan minim kendala.
’’Dari 141 madrasah negeri dan swasta, jumlah yang ikut tahap pertama dan kedua sepertinya berimbang,’’ jelasnya.
Selama pelaksanaan, ada sedikit masalah koneksi di awal memulai mengerjakan soal. ’’Namun itu tidak terlalu lama dan langsung bisa diatasi,’’ ucapnya.
Dibanding tahun lalu, pelaksanaan tahun ini lebih lancar. ’’Persiapan jauh lebih matang, sehingga tahun ini lebih lancar,’’ tambahnya.
Kepala MTsN 9 Jombang, Abdul Haris, mengatakan, pihaknya melaksanakan ANBK pada 27 dan 28 Agustus.
ANBK dilaksanakan sebanyak tiga sesi, dalam satu lab komputer, satu sesi diikuti 15 siswa.
Baca Juga: Sarana Belum Siap, Sejumlah Sekolah di Jombang Ini Terpaksa Numpang ANBK
’’Kami pakai satu lab dengan 15 laptop. Ada 45 siswa utama dan lima cadangan yang ikut,’’ ungkapnya.
Selama ANBK, kegiatan belajar mengajar di madrasah tetap berjalan.
’’Yang lain tetap masuk seperti biasa,’’ jelasnya.
Pengawas yang bertugas silang antar kelompk kerja madrasah (KKM). Dari 141 MTs negeri dan swasta dibagi menjadi 13 KKM.
’’Silang antar KKM dilakukan agar tidak terlalu jauh. Seperti MTsN 9 Jombang yang masuk dalam KKM 9, anggotanya ada 11 MTs, jadi itu yang saling silang. Sesuai dengan juknis,’’ terangnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz