Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

SMKN 1 Jombang Tancap Gas Jadi Sekolah BLUD, Sertifikasi Siswa Dilirik Industri

Wenny Rosalina • Kamis, 21 Agustus 2025 | 14:27 WIB
KREATIF: Kegiatan studi tiru SMKN 1 Jombang ke SMKN 2 Nganjuk.
KREATIF: Kegiatan studi tiru SMKN 1 Jombang ke SMKN 2 Nganjuk.

JombangBanget.id – SMKN 1 Jombang semakin moncer. Banyak prestasi gemilang yang didapatkan.

SMKN 1 Jombang juga menjadi salah satu sekolah yang kini mempersiapkan diri sebagai sekolah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Mereka juga tercatat sebagai salah satu sekolah yang bakal dapat bantuan uji kompetensi murid dari Kemendikdasmen.

’’Alhamdulillah, karena tidak semua sekolah yang mengajukan uji kompetensi murid disetujui. Kami disetujui secara nasional. Kami sudah mengikuti bimtek (bimbingan teknis) di Tangerang terkait hal ini,’’ kata Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib.

Sebanyak 232 murid bakal mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan LSP (lembaga sertifikasi profesi) sesuai dengan konsentrasi keahlian.

LSP merupakan lembaga yang melaksanakan kegiatan sertifikasi kompetensi kerja yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikat yang bakal didapatkan siswa itu memiliki nilai plus jika digunakan untuk mencari kerja.

’’Dunia usaha dunia industri (DUDI) menilai, sertifikat tersebut sudah cukup menjelaskan, jika yang bersangkutan sudah terampil atau kompeten di bidangnya,’’ jelasnya.

Ini membuat DUDI tertarik, dibandingkan dengan yang tidak memiliki sertifikat dari BNSP.

SMKN 1 Jombang kini tengah bersiap menerapkan BLUD. Sebagai langkah awal, SMKN 1 Jombang telah melakukan studi tiru ke SMKN 2 Nganjuk pada Selasa (19/8).

Sebanyak 19 orang ikut dalam kegiatan tersebut, termasuk kepala sekolah, pengurus komite, manajemen sekolah, ketua konsentrasi keahlian, beberapa pengelola teaching factory dan unit produksi sekolah.

Baca Juga: SMKN 1 Jombang Bentuk Tim Khusus Distribusi Ijazah, Segini yang Berhasil Terdistribusi ke Alumni

’’Imbauan pemerintah tahun 2026 harus BLUD, sehingga setelah studi tiru, apa saja yang disiapkan, kita seperti workshop dengan narasumber dari SMKN 2 Nganjuk. Apa saja yang perlu disiapkan, prosesnya bagaimana, karena nanti ada visitasi dari provinsi. Kalau disetujui, setelah wawancara dan visitasi, administrasi baik dan lengkap, nanti dapat SK dari gubernur Jatim,” jelasnya.

Setelah semua syarat terpenuhi, SMKN 1 Jombang akan kembali mendatangkan SMKN 2 Nganjuk untuk melihat dokumen yangtelah disiapkan untuk memaksimalkan persiapan visitasi.

Penguatan siswa, dan penguatan kelembagaan juga diimbangi dengan penguatan pembelajaran di internal sekolah.

Yaitu penerapan pembelajaran mendalam di sekolah, dengan mengirimkan sebanyak empat guru untuk mengikuti diklat pembelajaran mendalam dari Cabdindik Jombang yang dilaksanakan di SMKN 3 Jombang selama enam hari.

’’Selama enam hari itu kami mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengimbaskan kepada semua guru, agar kami semua punya pemahaman yang sama,’’ terangnya.

Ini agar dalam proses pembelajaran dapat saling menghargai guru, mengikutsertakan mitra pendidikan termasuk orang tua, DUDI, dan instansi terkait.

SMKN 1 Jombang sudah lama menerapkan pembelajaran mendalam, dengan prinsip utama berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.

’’Hanya saja ada penyesuaian nanti, seperti perencanaan pembelajaran dan istilah-istilah yang digunakan,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #Sekolah #Dunia usaha dunia industri #siswa #blud #dunia industri #SMKN 1 Jombang #didu #DUDI #industri