Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

BOS Tahap Kedua Belum Cair, Sekolah di Jombang Panik Cari Dana Talangan

Wenny Rosalina • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:50 WIB
Ilustrasi BOS.
Ilustrasi BOS.

JombangBanget.id – Jelang akhir Agustus, dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMP tahap 2 di Jombang tahun ini belum 100 persen cair.

Akibatnya, kepala sekolah harus putar otak cari talangan untuk menutupi kebutuhan.

Gaji guru dua bulan terakhir dibayar dengan dana talangan.

’’Belum cair BOS tahap kedua ini, padahal sudah diharapkan, masak cari dana talangan terus,’’ kata Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Priyo Utomo.

Padahal dana BOS menjadi satu-satunya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

Biasanya, tahap pertama paling lambat cair akhir Januari. Serta tahap kedua cair paling lambat akhir Juli.

Tapi sekarang, hingga akhir Agustus belum ada tanda-tanda pencairan.

’’Tahap pertama Januari sampai Juni cair akhir Januari. Terus Juli sampai Desember biasanya cair akhir Juli, tapi ini sampai akhir Agustus belum cair,’’ keluhnya.

Sementara kebutuhan sekolah terus berjalan, apalagi di sekolah-sekolah besar seperti SMPN 1 Jombang.

Minimal Rp 40-50 juta kebutuhan dalam satu bulan. SMPN 1 Jombang sendiri masih memiliki 12 guru tidak tetap (GTT) dan delapan pegawai tidak tetap (PTT).

Seluruhnya digaji dengan dana BOS.  Kebutuhan gaji tiap bulan sekitar Rp 26 juta. Belum lagi kebutuhan listrik sekitar Rp 6 juta.

Baca Juga: Dana BOS Tahap Kedua Tak Cair Serentak, Begini Penjelasan Cabang Dinas Pendidikan Jombang

Internet dan air sekitar Rp 2 juta. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah juga harus tetap berjalan. Kebutuhannya sekitar Rp 5 juta per bulan.

’’Kalau sekolah besar, minimal banget itu Rp 40 juta per bulan,’’ jelasnya.

Keterlambatan pencairan dana BOS membuat sekolah harus mencari dana talangan.

Setidaknya dua bulan terakhir, kegiatan sekolah menggunakan dana talangan.

Kepala sekolah harus melakukan pinjaman ke koperasi, dengan konsekuensi bunga.

’’Bunganya tidak besar, hanya sekitar 0,8 persen, karena utang koperasi guru,’’ ucapnya.

Dana talangan tersebut baru dilunasi setelah BOS cair.

’’Setelah BOS cair ya langsung dibayar. Pokoknya kalau BOS telat begini kepala sekolah harus improvisasi,’’ urainya.

Hingga kini, ia belum mendapatkan kepastian kapan BOS akan cair.

’’Mudah-mudahan segera cair. Kami belum dapat info kapan akan cair,’’ ungkapnya.

Sementara itu,  Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, mengatakan, hingga kemarin yang sudah cair baru tahap dua gelombang pertama, sebanyak 222 SD dan SMP.

Untuk gelombang kedua, ada 57 SD dan SMP. Paling banyak cair di gelombang ketiga, yaitu 378 SD dan SMP.

’’Gelombang 2 perkiraan bulan ini, kalau gelombang ketiga masih belum tahu,’’ ujarnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#bos #dana BOS belum turun #sekolah di Jombang #Pencairan BOS #Jombang #Dinas P dan K Jombang #dana talangan #dana bos #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang