JombangBanget.id – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur telah melakukan monitoring terhadap pelaksanakan program revitalisasi sekolah di Jombang.
BBPMP meminta sekolah terus koordinasi, utamanya soal pembelajaan barang bangunan.
”Kemarin BBPMP melakukan monitoring ke lapangan, untuk melihat progres berjalannya program revitalisasi sekolah,” kata Indah Rochani, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.
Indah mengatakan, jika dalam pengerjaannya panitia dapat melakukan pembelanjaan dengan sistem online melalui aplikasi SIPLah.
Hanya saja, karena tidak semua toko bangunan memiliki akun SIPLah, maka pembelanjaan bisa dilakukan dengan sistem offline.
”Pembelanjaan harapannya diutamakan dengan cara online, kalau memang tidak ada barangnya baru pakai sistem offline,” jelasnya.
Semua teknis dilapangan diserahkan sepenuhnya kepada panitia swakelola revitalisasi sekolah.
Harapannya, dengan melibatkan masyarakat, pembangunan dapat dilakukan lebih baik dan maksimal, karena nanti juga akan kembali kepada anak-anak masyarakat yang memanfaatkan.
Ia mengimbau agar sekolah yang menerima program revitalisasi memasang papan pengumuman di tempat yang mudah dijangkau.
Tujuannya, agar bisa disaksikan masyarakat umum.
”Harus ada papan pengumuman rehab, nilainya berapa, juga waktu pengerjaan kapan sampai kapan,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Percepat Proses Pemilihan Kontraktor Proyek, soal Revitalisasi Pasar Ploso
Di SMPN 2 Megaluh, pembangunan dua program berjalan bersamaan.
Yaitu program revitalisasi sekolah yang dikerjakan secara swadaya, dan pembangunan ruang kelas baru yang dikerjakan kontraktor.
Dalam pembelanjaan, sesuai arahan, SMPN 2 Megaluh memaksimalkan sistem online.
Sedangkan belanja bahan bangunan offline hanya beberapa item.
”Seperti batu kali, itu baru kami pakai offline,” kata Laily Syarifah, kepala SMPN 2 Megaluh.
SMPN 2 Megaluh sendiri baru mendapatkan rehab setelah dua tahun pengajuan.
”2023 kami mulai mengajukan melalui dapodik, 2024 yang paling intens, besar harapan kami agar dapat, alhamdulillah tahun ini dapat,” katanya.
Sedangkan, pada 2023 sekolah mulai mengajukan pembenahan melalui dapodik pada sejumlah titik bangunan yang mengalami kerusakan sedang.
Kondisi terus diupdate pada tahun 2024 lengkap dengan menyertakan bukti foto.
Usahanya berbuah manis, pada 2025 ini SMPN 2 Megaluh tercatat sebagai salah satu sekolah penerima program revitalisasi Kemendikdasmen.
Pada bulan ini mulai dikerjakan. Bantuan yang didapatkan adalah rehab tiga ruang kelas, rehab ruang administrasi, rehab ruang UKS, dan pembangunan toilet.
Total anggaran yang dikucurkan Rp 1.199.000.000 bersumber dari APBN 2025. Pengerjaan dimulai pada 30 Juli sampai 31 Desember 2025 dengan waktu 150 hari kerja.
”Di papan pengumuman ada kesalahan, nanti kami perbaiki, harusnya selesai 31 Desember kami menulis 30 November, semoga itu jadi doa biar segera selesai,” jelasnya.
Dijelaskan, ruang administrasi SMPN 2 Megaluh kini mengalami rusak sedang, sejak dibangun tahun 1999.
Ruang UKS juga dinilai kurang representatif, sedangkan ruang kelas mulai retak dan rembes ketika hujan.
Seluruhnya dikerjakan dengan sistem swakelola.
Yang dilibatkan mulai dari masyarakat, wali murid hingga alumni yang memiliki background pendidikan sarjana teknik dan memiliki pengalaman di bidang konstruksi.
”Harapannya dengan melibatkan masyarakat pembangunan jadi lebih baik sesuai dengan yang kita harapkan,” jelasnya.
Meski sedang pembangunan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Sebagian di sif pagi, sebagian sif siang.
”Setiap minggu diputar, jadi tidak ada yang daring,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Ainul Hafidz