JombangBanget.id - Prestasi yang diraih para santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso dalam ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) di Sangmyung University, Cheonan, Korea Selatan, pada 3–9 Agustus menjadi bukti santri Darul Ulum tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dalam ajang teknologi berskala internasional.
Kepala SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang, Nur Laila, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian siswinya.
Masing-masing Faza Naila Ridkhah, yang berhasil meraih Grand Award di bidang Creative Design dengan tema “Smart Farming System”.
”Alhamdulillah, ini tak lepas dari doa dan dukungan dari jajaran MPPDU, pak kiai, ibu nyai dan seluruh pihak yang terlibat,” ujar dia.
Ada beberapa kiat dan upaya yang dilakukan SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang dalam mendukung siswa.
Mulai mengikutkan workshop, pelatihan intensif, dan pembinaan yang intensif bersama pembimbing serta latihan mandiri yang cukup.
”Selain itu, kita juga menanamkan pada anak, orang sukses itu juga pernah gagal, dan jadikan kegagalan adalah pengalaman untuk maju belajar, berjuang, dan semangat untuk meraih sukses tidak pernah menyerah,” tambahnya.
Pihaknya juga memberikan pendampingan khusus kepada peserta sejak persiapan hingga menjelang lomba.
”Ya ada, pertama pembinaan dari tim Robotik Indonesia dan secara intensif dari tim guru pembina dari SMK Telekomunikasi Darul Ulum Ibu Khusnul Khotimah S.Kom,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala MTs Plus Darul Ulum Jombang, Nurul Andriani, S.Pd., M.Pd.I, menyampaikan siswinya, yakni Nadira Zafiratun Nissa, berhasil meraih Silver Medal di bidang Creative Design dengan tema “Smart Cattle Farming”.
”Berbagai upaya kita lakukan, mulai membekali pelatihan intensif, dan pembinaan berkala bersama pembimbing serta latihan mandiri yang cukup,” jelas dia.
Baca Juga: MAN 9 Jombang Ajak Murid Baru Kenali Lingkungan PP Darul Ulum Kepuhdoko
Nurul menambahkan, pihaknya juga getol melakukan pembinaan baik dari luar sekolah maupun tim dari bapak dan ibu guru internal madrasah.
”Pasti ada, pertama pembinaan dari Team Robotik Indonesia lalu secara intensif dari team guru pembina dari MTs Plus Darul Ulum,” pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Ainul Hafidz