JombangBanget.id – Mundurnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Rakyat Jombang di SKB Mojoagung direspons cepat.
Kemenag Jombang sudah menunjuk guru pengganti. Mulai pekan ini, guru tersebut akan bertugas mengajar di Sekolah Rakyat.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir mengatakan, guru sekolah Rakyat yang ditunjuk, yakni Nur Hidayah yang sehari-hari diperbantukan mengajar di SMP Islam Ngoro.
”Jadi, kita sudah menunjuk bu Nur Hidayah untuk bertugas di sana,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (5/8).
Ia menyampaikan, guru tersebut merupakan guru PNS dengan nomor induk pegawai (NIP) di lingkup Kemenag.
Usai proses administrasi, guru tersebut kini mulai bertugas mengajar di Sekolah Rakyat.
”Insyaallah mulai minggu ini sudah bertugas di sana,” tadasnya.
Meski bertugas di Sekolah Rakyat, Muhajir memastikan jika gaji guru tersebut masih ikut Kemenag.
Itu bakal berlangsung hingga ada sinkronisasi atau keputusan dari Kemensos.
”Jadi, untuk gaji dan TPG masih ikut Kemenag, sembari menunggu keputusan terbaru,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Jombang Andik Minarto membenarkan guru PAI yang mengundurkan diri kini sudah digantikan guru baru.
”Ya benar, sudah digantikan guru baru. Beliau mulai bertugas Senin (4/8) kemarin,” ujar dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, mundurnya satu guru PAI yang ditugaskan di Sekolah Rakyat ditindaklanjuti Kantor Kemenag Jombang.
Dari keterangan yang didapat, alasan mundurnya guru PAI lantaran faktor kesehatan.
Kemenag Jombang menunggu petunjuk dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur terkait mekanisme perganggantian guru tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, pihaknya sudah mengetahui perihal mundurnya satu guru PAI Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung.
”Ya, kami sudah menerima informasi tersebut. Dan memang, guru PAI tersebut dari lingkup Kemenag Jombang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (30/7).
Dijelaskan, sejak awal proses perekrutan, Kemenag Jombang diminta mencarikan satu guru PAI dengan nomor induk pegawai (NIP) Kemenag.
”Kita kan ada tiga guru yang NIP Kemenag. Akhirnya setelah proses rekrutmen selesai, terpilih lah guru itu. Namun, ternyata mengundurkan diri,” jelas dia. (ang/naz/riz)
Editor : Ainul Hafidz