Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dikerjakan Swakelola, Proyek Revitalisasi 22 Sekolah di Jombang Libatkan Masyarakat

Wenny Rosalina • Senin, 4 Agustus 2025 | 21:07 WIB
SIAP DIMULAI: Lapangan SMPN 3 Jombang sudah dipasang garis sebagai tanda akan dilakukan pembangunan ruang kelas baru dan laboratorium IPA.
SIAP DIMULAI: Lapangan SMPN 3 Jombang sudah dipasang garis sebagai tanda akan dilakukan pembangunan ruang kelas baru dan laboratorium IPA.

JombangBanget.id – Rehab fisik 22 sekolah negeri di Jombang bakal segera dimulai.

Ketua tim pelaksana proyek boleh dari masyarakat karena pekerjaan dilakukan secara swakelola.

”Dari masyarakat, jika wali murid ada juga yang memenuhi syarat juga tidak apa-apa,” ungkap Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari, Minggu (3/8).

Menurutnya, tim pelaksana proyek yang dibutuhkan harus memiliki kompetensi serta pengalaman bidang konstruksi yang cukup.

Dalam menentukan ketua tim pelaksana, menurutnya semua sekolah tidak memiliki kendala dan sudah memiliki orang yang ditunjuk.

”Tim sudah terbentuk, semua sudah memenuhi kriteria,” katanya.

Di SMPN 3 Jombang, ketua tim pelaksana yang ditunjuk adalah wali murid kelas 9.

Diharapkan dengan melibatkan wali murid kualitas pengerjaan dapat lebih berkualitas karena digunakan oleh anak sendiri.

”Syaratnya harus memiliki ijazah sarjana teknik, itu by name bukan atas nama lembaga seperti CV,” ungkap Eko Sisprihantono, Kepala SMPN 3 Jombang.

Dalam pekerjaan revitalisasi, kepala sekolah juga harus menyusun panitia yang terdiri dari penanggungjawab yaitu kepala sekolah, ketua tim pelaksana dari wali murid, sekretaris bisa melibatkan komite atau masyarakat.

Bendahara merupakan guru yang memiliki NIP, mandor dari warga sekitar, dan pekerja dari warga sekitar juga ada perencanaan dan pengawasan.

Baca Juga: ANBK SD Digeber September, Lima Sekolah di Jombang Pilih Numpang ke Sekolah Lain, Ini Penyebabnya

”PPK langsung kementerian, dan fasilitatornya dari perguruan tinggi. Memang belum ada SK-nya, tapi sepertinya fasilitator kita dari Universitas Negeri Malang,” katanya.

Sementara untuk sistem belanja bahan bangunan bisa menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), jika toko bangunan yang dituju memiliki fasilitas yang dibutuhkan.

Namun bisa juga dilakukan secara offline. Hanya saja harus menyertakan berita acara terkait alasan mengapa tidak terdaftar di aplikasi SIPLah.

”Kalau bisa memang belanja di toko bangunan yang ada di sekitar sekolah, untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Masalahnya tidak semua toko bangunan di sekitar sekolah memiliki SIPLah, jadi nanti mungkin sebagian saja belanja di sekitar sini,” jelasnya.

SMPN 3 Jombang sendiri mendapatkan bantuan revitalisasi sebanyak Rp 2,974 miliar untuk rehabilitasi delapan ruang kelas, ruang TU dan ruang kepala sekolah.

Serta pembangunan satu ruang kelas baru dan laboratorium IPA.

”Untuk kelistrikan kami langsung panggil PLN,” pungkasnya. (wen/ang)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #rehab smp #Proyek Rehab Sekolah #Jombang #Dinas P dan K Jombang #Rehab SD #Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang #swakelola